Chapter 58

702 51 1
                                        

Chilla menatap wajah Bryan dan Nananuella yang duduk di hadapannya dengan ekspresi tak percaya. Mereka masih mempermasalahkan banyaknya alkohol di kulkas Bryan.

''Gak percaya!'' kata Chilla terus seperti itu ketika mendengar banyak alasan dari Bryan maupun Nananuella.

''Gue kagak ikut,'' ucap Nananuella masih membela diri.

''Tapi lo ikut minum, El.'' ucap Bryan membuat Nananuella ingin mencengkeram wajah Bryan.

''Lo paksa,'' jawab Nananuella.

Chilla memutar bola mata cengah, Nananuella dan Bryan selalu saja bertengkar.

''DIAM!'' ucap Chilla tegas lantaran kesal mendengar perdebatan antara kedua pria ini.

''El, bawain semua alkohol ke bawah,'' perintah Chilla yang lebih dulu keluar dari kamar ini.

Nananuella mengangguk patuh, seolah Chilla lah tuannya. Lalu dengan sengaja ia menedang kaki Bryan sebelum keluar kamar.

Bryan tentu mengejar kedua orang tersebut yang lebih dulu pergi dari kamarnya, ia berjalan berdampingan bersama Nananuella.

''El badan gue tadi pagi sakit-sakit dah,'' ucap Bryan saat menuruni satu persatu anak tangga.

Mata Nananuella terbelalak tetapi sekuat tenaga ia menetralkan ekspresi mukanya.

''Anu-anu kali lo di club, awas aja gue bilangin semua perbuatan lo sama Chilla,'' ucap Nananuella cuek.

''Cepu lo!'' ketus Bryan lalu menoyor kepala Nananuella, ''Anu-anu apa sialan, gue udah ngejaga dan mengontrol dengan baik, cuma untuk Chilla seorang,'' lanjutnya.

Nananuella meringis kesakitan, ingin membalas tetapi kedua tangannya sedang memegang kardus yang berisi alkohol.

Melihat Chilla sudah duduk di halaman belakang rumah, Bryan buru-buru mendekati Chilla. Sedangkan Nananuella memutar bola matanya malas dan tetap berjalan dengan santai.

''Semua isinya di buang tanpa terkecuali. Nanti botol-botolnya buang aja kemana gitu jangan ke sisa satu pun atau menyeludupkan satu botol lagi,'' titah Chilla lagi-lagi.

''Denger tuh, El. Kerja rapi san—''

''Dan kamu juga, Bryan.''

''Eh?'' Bryan menoleh ke arah Chilla dengan pandangan tak santai.

''Apa? Mau protes?'' tanya Chilla.

Dengan cepat Bryan merubah ekspresi wajahnya, tersenyum bak anak kecil dan langsung melakukan apa yang Chilla perintahkan.

''Oke, Chilla ke kamar Alysia ya,'' pamit Chilla langsung berlari masuk ke dalam rumah.

Sedangkan Bryan yang mendengar itu langsung mengumpat Chilla.

''Bukannya kangen-kangenan dulu kek udah bikin orang mati rasa 8 tahun, balik nyuruh ini doang?'' gumam Bryan sembari bekerja.

***

Hari sudah gelap, malam pun tiba. Chilla sudah ada dirumahnya sejak beberapa jam yang lalu, di hantarkan oleh Bryan.

Chilla duduk dengan santai di ruang keluarga, menonton channel tv. Rumah sangat terasa sepi, walaupun orang tuanya lengkap dan berada di dekatnya, hanya kurang Sean yang membuat Chilla merasa kesepian.

''Bang Sean tinggal dimana pa ma?'' tanya Chilla, sebab dirinya tak tau kalau kakaknya itu pindah rumah tak lagi berada di rumah ini.

''Di deket supermarket yang sering kamu kunjungi tiap minggu loh, nak. Beberapa meter dari sana kan ada perempatan, nanti kamu belok kiri masuk deh komplek abang kamu,'' jelas Chelsea.

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang