Chapter 34

788 60 6
                                        

Chilla membuka pintu mobilnya, tersenyum begitu percaya diri kepada halayak yang melihat kearahnya. Dimobil telah terdapat Sean dan Grace yang sudah siap mengurus perpindahan Chilla dan Gabriella. Melihat kedatangan mobil Sean, Bryan dan kawan-kawannya langsung berlari ngacir mendekat.

‘’Selamat pagi, Ian!” sapa Chilla ramah.

‘’Pa—‘’

‘’Anak barunya mana?” tanya Queen memontong ucapan Bryan.

‘’Gaby lagi otw kesini, tadi gak bisa barengan. Soalnya seragam Gaby salah’’ jawab Chilla.

‘’Mau masuk kelas mana?” tanya Shabilla.

‘’Hush hush hush minggir jodoh gua mau lewat’’ kata Sean mengusir Bryan dan teman-temannya bak mengusir ayam.

‘’Wadaw bening juga, Tan! Pinter pinter’’ puji Reino mendapatkan tatapan tak suka dari Queen.

Bryan menarik Chilla menjauh dari sana. Mereka menunggu Gabriella tepat dipintu gerbang sekolah, berdekatan dengan satpam yang berdiri dekat dengan mereka. Bryan merangkul Chilla, menggunakan kaca mata hitamnya dan tas sekolah wanita berwarna putih menggantung di pundak sebelah kirinya.

‘’Ehemk!” batuk Richard mensejajarkan tubuhnya dengan Bryan dan Chilla.

‘’Ap—‘’

‘’Panas!’’

Chilla tersenyum kearah Richard, ‘’Gapapa’’ jawabnya.

Bryan menyandar di pintu gerbang, sedangkan Chilla melambai-lambaikan tangannya ke semua orang yang menyapanya. Tanpa sengaja atau memang di sengaja, motor Zayn berhenti tepat di hadapan mereka, dan dibelakangnya terdapat Bella.

Idiot, umpat Chilla dalam hati.

Chilla memepetkan tubuhnya diantara Richard dan Bryan. Mencoba tak mempedulikan kehadiran mereka. Bella memberikan helmnya kepada Zayn tetapi di urungkan sebab..

BRUGH!

‘’Ups sorry’’ kata wanita yang tak sengaja menabrak Bella dan mengakibatkan Bella terjatuh begitu pun dengan helmnya.

‘’Iiih!” kesal Bella merasa malu.

‘’HUAHAHAHAHA!’’ gelak Chilla begitu sangat kuat, tak memikirkan perasaan Bella.

Bukan berniat untuk jahat, Chilla hanya merasa kesal dengan perbuatan Bella dalam minggu ini. Menyebalkan. Zayn melihat kearah Chilla dengan tatapan seolah tak percaya. Bukan hanya Zayn, semuanya menatap kearah Chilla dengan tatapan aneh, apa lagi bagi mereka yang tak tau ada permasalah apa diantara Chilla dan Bella.

Bryan mengacak rambut Chilla, ‘’Gak baik, pinter’’ peringatnya.

Chilla menghentikan gelak tawanya, berjalan mendekat kearah Bella yang masih setia di aspal. Chilla mengulurkan tangannya dengan ramah dan dengan senyum khasnya, sangat baik. Tapi mereka semua salah mengartikan, Chilla malah mengulurkan tangannya untuk helm yang ikut terjatuh.

‘’Helmnya bagus, kesian kejatoh. Nih!” ujar Chilla menyerahkan helm yang ia ambil kepada Zayn, ‘’Berangkat sana ngampus jangan lupa Abang gua nitip absen loh tadi’’ lanjutnya.

Ketika mau berbalik badan, tangan Chilla dicekal oleh Zayn. Chilla terkejut tapi dengan usaha keras ia menahan ekspresinya agar biasa saja.

‘’Aku bisa jelasin’’

‘’Jelasin apa hm? Apa lagi yang harus dijelasin, semuanya udah jelas. Dari malam itu lo ngaku dia pacar lo, belanja bareng, di anterin juga sampe sekolah. Kayaknya kalian cocok’’

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang