Sekarang Chilla tengah tertidur di sofa, maybe akibat kelelahan membantu Sean menyiapkan makanan untuk temannya. Sean tersenyum tipis sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sean mengelus lembut rambut Chilla, ''Chilla. Adek gue satu-satunya, yang merubah penampilan karena menjadi korban bully,'' Sean tersenyum simpul.
''Dulu aja waktu gue sering murung lo yang selalu ngasih suport sama gue, Chil. Dulu setiap weekend kita suka jalan-jalan sama papa mama, main bareng, mandi bareng, makan satu piring berdua. Ternyata, sekarang lo dah gede dek. Gue kangen lo kayak dulu, Chil.'' Sean mengutarakan isi hatinya sembari mengenang masa lalunya dengan Chilla.
''Engg..'' Chilla menggerang kecil membuat Sean tersentak kaget. Perlahan mata Chilla terbuka dan mengubah posisinya menjadi duduk.
''Abang..'' Chilla memanggil Sean dengan suara serak orang baru bangun tidur.
''Kenapa?''
''Papa mama libur ini pulang?'' tanya Chilla dengan wajah polosnya.
''Gue juga gak tau, Chil.'' Sean menunduk lesu.
''Gue boleh nelfon mereka?'' tanya Chilla.
Sean menggeleng lirih, ''Nomer mereka gak bisa dihubungi lagi.''
''Bang, waktu mereka ke Indonesia, kenapa mereka gak mau nemuin gue? Chilla anak kandung mereka kan, mereka sayangkan sama Chilla. Chilla kangen mereka, Chilla mau kayak dulu lagi, kumpul bareng ,bahagia bareng, semuanya serba bareng-bareng.''
Sean mengacak puncak rambut Chilla lalu mengecup singkat kening Chilla, ''Makan yuk, dah sore,'' ajak Sean mengalihkan pembicaraan.
Chilla tersenyum kecut lalu mengangguk menyetujui ajakan Sean.
Mereka pun tengah menyantap makanan yang tadi mereka pesan di GoFood. Suasana sangat hening, hanya dentingan sendok milik keduanya yang terdengar diruang makan ini.
Chilla menatap jengah Sean yang sedang makan tetapi masih tetap memainkan ponsel miliknya.
''Can you stop playing with that cellphone?'' tanya Chilla dengan wajah datar.
''Sorry,'' Sean langsung mematikan ponselnya dan melanjutkan makannya.
''Gue keatas, nanti kalo ada apa-apa gue ada dikamar. Kamar gue masih yang lama, di depan kamar lo tepatnya,'' Chilla pamit untuk kembali kekamarnya, tak lupa membawa beberapa cemilan dan makanan lainnya.
''Gesrek nih adek,'' umpat Sean sembari melahap makanannya.
***
Malam hari tiba, suara riuh menghiasi lantai bawah. Entah berapa orang teman Sean yang ikut menonton.
Sedangkan Chilla, tak memperdulikannya dan masih terfokus dengan drakor yang sedang ia saksikan.
''Bro, Chilla dimana?'' tanya Zayn yang baru saja sampai.
''Dikamar, mau ngapain lo?'' ucap Sean.
''Ketemu lah, gue keatas,'' Zayn langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga untuk menuju kamar Chilla.
''Gak usah apa-apain adek gue,'' pesan Sean.
''ZAYN! JANGAN LAMA-LAMA BENTAR LAGI MULAI!'' teriak Brychan dengan kencang.
''BERISIK LO IKAN! SETAN... KAMAR CHILLA DIMANA?'' pekik Zayn yang tak kalah kuat.
''DIDEPAN KAMAR GUE.''
KAMU SEDANG MEMBACA
NERDY GIRL [COMPLETED]
RomancePrichilla Ashkilla Sander, putri bungsu dari keluarga Sanders yang biasa dipanggil Chilla. Chilla memiliki kakak laki-laki yang bernama Sean Satria Sanders, nama panggilannya Sean. Chilla merupakan perempuan manis, cantik, imut, periang, dan telah m...
![NERDY GIRL [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221722928-64-k755139.jpg)