[COMPLETED]
Jaehyun does sleeping with girls but he will never date. Meanwhile Rose is being too focus on pursuing her career and wanna use Jaehyun for a revenge. They make a complete crazy couple.
"For the rose, though its petals be torn asunder...
Okay. Selamatmembaca dan kalau bisa jangan lupa tinggalkan komentaryaa. Love you mapren soooo much!! #xoxo
❄ ❄ ❄
“In any moment of decision, the best thing you can do is the right thing. The worst thing you can do is nothing.” —Theodore Roosevelt—
Jessica berkali-kali memuji penampilan putrinya yang terlihat sangat cantik dalam balutan gaun panjang berwarna champagne yang menjuntai hingga ke lantai. Wanita itu kelihatan sangat senang dan antusias—mungkin jadi yang kedua paling antusias setelah Irene. Bedanya, Irene memiliki perasaan yang tulus dengan maksud baik untuk kedua belah pihak; sedangkan Jessica punya maksud sebaliknya. Atau lebih tepat jika dikatakan sebagai maksud egois yang tidak mementingkan pihak lain selain dirinya. Bahkan ia sama sekali tidak bertanya apa saja kesulitan yang Rose alami selama dua bulan terakhir. Anaknya dibiarkan menanggung beban sendirian—beban yang seharusnya tidak ia tanggung kalau saja Jessica tidak cukup egois dan tega untuk menjadikan putrinya sendiri sebagai tiket untuk menghancurkan hidup mantan suaminya.
Pantulan dirinya di cermin membuat Rose mendesah. Ia kelihatan sangat cantik, menawan, dan elegan. Memang selera fashion Irene itu bukan kaleng-kaleng. Tidak heran sih, lebih dari setengah hidup wanita itu dihabiskan untuk memilih dan menggunakan barang-barang milik perancang terkenal yang harganya membuat orang biasa seperti Rose geleng-geleng kepala. Kalau tidak mempertimbangkan aspek kesopanan, Rose sangat ingin menjual tas Hermes yang diberikan Irene empat hari lalu karena harganya yang sebanding dengan tiga kali gajinya dalam satu bulan. Bahkan uang dari anaknya saja sudah lebih dari cukup, sekarang ibunya malah menambah hadiah lain yang membuat Rose kewalahan. Jujur saja, dia tidak benar-benar tahu bagaimana caranya menghabiskan uang sebanyak itu selain untuk membayar utang-utang mamahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Kau terlihat sangat luar biasa, sayang.” Jessica kembali melontarkan pujian yang membuat Rose memutar kedua matanya. Sudah berapa kali Jessica menggatakan itu padanya? Rose merasa sedikit bosan mendengar pujian yang sama dilontarkan sampai berpuluh-puluh kali seperti itu.
“Aku terlihat luar biasa karena Tante Irene benar-benar mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk gaun ini—dan untukku juga tentu saja. Aku masih tidak percaya bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang sebanyak ini dari wanita sebaik dan setulus Tante Irene,” kata Rose sedikit mengandung nada sindiran. Ia mengamati Jessica dengan ekor matanya, tapi wanita itu tidak tampak berpikir apalagi peduli dengan yang diucapkannya. Jessica sedang sibuk mengamati interiorwaiting room tempat mereka berdua berdiri dan saling bertukar kata.