Chapter Forty Six

3.8K 461 109
                                        

Halo, I'm back~
Terima kasih atas respon di chapter sebelumnya. Aku terharu banget 😭😭😭

Karena di chapter sebelumnya udah ngasih intro panjang banget, di sini cuma mau bilang jangan lupa vote dan kasih komentar kalau sempet. Selamat membaca ma luvs 💖💖💖



“You can fool some of the people all of the time, and all of the people some of the time, but you can not fool all of the people all of the time.”
—Abraham Lincoln—

Butuh lima hari bagi Rose untuk sedikit menggeser Jaehyun dari pikirannya. Kata-kata Jaehyun yang diucapkan dengan nada lembut tapi memelas, sentuhan di pipinya, dan terakhir ciuman yang membuat hati keduanya tersiksa karena sebuah perpisahan yang tak terelakkan. Rose menangis semalaman—kemudian merasa sangat bersalah karena membuat Noa kecilnya ikut terjaga dan merana.

Ia berusaha tetap fokus dan tidak stress. Ada banyak distraksi yang bisa menjauhkan pikirannya dari Jaehyun: membaca buku, nonton, menyanyi, bermain gitar, memasak, hingga olahraga untuk ibu hamil. Rose juga berusaha melakukan pekerjaan dengan sangat baik karena ini jadi minggu terakhirnya di SMC. Selain June dan Bambam, tidak ada lagi orang di SMC yang tahu tentang kepindahannya ke rumah sakit cabang di Pocheon. Itu bisa menjauhkan dirinya dan Noa dari serangan gosip yang kadang kala keluar tanpa pertimbangan dan tanggung jawab. Ia juga hanya bekerja selama tiga hari di rumah sakit pusat, dan itu cukup menguntungkan karena Little Noa tidak lagi suka bersembunyi.

Kendati berusaha menjauh dari beberapa orang di sekitarnya, setelah berbagai pertimbangan selama satu minggu terakhir, Rose memutuskan untuk bertemu dan memberitahu Irene tentang kehamilannya. Ia bahkan memberitahu Seohyun dan Kyuhyun—membuat keduanya sangat terkejut, tersentuh, dan terharu karena merasa diakui sebagai keluarga. Lagipula, Kyuhyun memang ayahnya dan ia tak bisa mengubah fakta itu. Kyuhyun juga menunjukkan itikad yang baik. Bahkan Seohyun membelikan beberapa buku panduan ibu hamil untuknya. Keduanya juga termasuk orang-orang yang bisa dipercaya, maka dari itu Rose memutuskan untuk memberitahu hal ini pada mereka. Kehadiran Noa mungkin bisa sedikit mengobati kerinduan Seohyun pada Junghwan—dan ia tidak salah. Seohyun sudah sangat menyayangi Noa kendati anak itu belum lahir ke dunia.

Saat ditelpon, Irene menjawab panggilannya dengan suara dingin—mengira itu sebagai panggilan dari orang asing. Tapi saat mendengar suara Rose, semua sikap dinginnya luruh. Rose bahkan bisa tahu kalau wanita itu tengah menangis terharu kendati ia tidak melihat reaksinya secara langsung.

Ketika Rose meminta waktu untuk bertemu, Irene langsung setuju. Bahkan tidak sampai satu jam sejak mereka bicara lewat telpon, Rose sudah bisa menangkap sosok Irene yang mengenakan gaun broken white selutut tengah berjalan agak tergesa-gesa ke arahnya. Mereka bertemu di kafe dekat SMC yang masih sepi pada Minggu pagi ini. Tidak ada alasan khusus terkait pemilihan tempat, Rose hanya sedikit lelah dan malas kalau harus mencari tempat lain yang jauh dari rumah.

Noa bertumbuh sangat cepat sejak pertemuan terakhirnya dengan Jaehyun. Anak itu seolah menyiratkan kalau ia memang baru mau bertumbuh setelah bertemu dengan papahnya. Rose benar-benar tidak bisa menyembunyikannya lagi kali ini. Bahkan saat ia mengenakan baju kebesaran, orang-orang bisa langsung menebak kalau ia sedang hamil. Irene yang baru melihat lagi penampilan Rose setelah empat bulan lebih tak bertemu dibuat mematung. Tatapannya tertuju pada perut kemudian naik ke wajah Rose yang mengulas senyum tipis. Dia wanita yang berpengalaman dengan kehamilan. Itu tidak seperti Irene harus mendapat konfirmasi terlebih dahulu untuk menyimpulkan kehamilan gadis kesayangannya.

Rosé ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang