[COMPLETED]
Jaehyun does sleeping with girls but he will never date. Meanwhile Rose is being too focus on pursuing her career and wanna use Jaehyun for a revenge. They make a complete crazy couple.
"For the rose, though its petals be torn asunder...
Halooo... Monday will never be this excited before! Anyway, jangan lupa kasih vote dan comment ya, karena itu memberikan sangat banyak dukungan moril pada penulis. Asik... yaudahlah selamat membaca. Rose will serve you with so many up and down feeling so you better keep up with this story. Hoho
❄ ❄ ❄
"Where there is a love there is life." —Mahatma Gandhi—
"Kau terlambat dua menit," ucap Rose pada June. Dia berdiri berkacak pinggang sambil memandangi June yang enggan turun dari mobil sedan hitamnya. Maserati Ghibli yang dibeli June minggu lalu dari hasil kerja paruh waktu dan mengemis pada orang tuanya pasti sangat nyaman untuk ditunggangi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cepat masuk." June berseru, "Kau harusnya merasa spesial karena jadi orang pertama yang kuajak naik si cantik ini."
Setelah duduk dan memasang safety belt-nya, Rose memandang June dengan tatapan penuh ambiguitas. "Jadi dia perempuan?"
"Siapa?" tanya June.
"Mobil ini."
"Kenapa memangnya?"
"Tidak." Rose melengos kemudian menyandarkan kepalanya pada kaca. Tiga puluh menit lumayan juga kalau dipakai untuk tidur. Biar saja June menyetir sendiri dan kesepian. Toh di kafe nanti mereka juga bakal mengobrol.
Lima menit memejamkan mata, kantuk tidak kunjung menghampiri Rose. Gadis itu meraung kemudian duduk tegap sambil merapihkan rambutnya yang diikat asal. June yang sesekali melirik ke arah temannya cuma menggelengkan kepala. Dia gadis yang aneh.
"June, mobil ini sangat mahal ya?" tanya Rose random.
June mengangguk. "Hm, sekitar 175 ribu dollar."
Rose memukul lengan kanan June sangat keras. Pria itu memekik, tapi Rose tidak mengacuhkannya. "Hei! Aku kan tidak tanya harganya! Kenapa harus memberi tahu secara spesifik sih? Aku jadi merasa sangat miskin kan!"
June mengaduh. Sensasi panas menjalari lengan kanan hingga ke pundaknnya. June mau mengelusnya, cuma takut karena sedang menyetir. "Rose, tolong elus lenganku. Rasanya panas sekali. Tenagamu itu bukan main, padahal badanmu kurus kerontang begitu. Kau orangnya suka menyalahgunakan kekuatan lagi. Aw sakit sekali."
Rose mengelus lengan June agak kasar. June masih mengaduh. "Tidak sekeras itu, jangan berlebihan deh!" ujar Rose. "Eh, Byounggon tidak iri apa melihat kakaknya punya mobil sekeren ini?"