“While we try to teach our children all about life, our children teach us what life is all about.”
—Angela Schwindt—
“Bye. I love you!” seru Jaehyun pada Rose yang berjalan memasuki taksi. Ini masih pukul enam pagi, tapi istrinya sudah memulai hari dengan rapih dan penuh ekspektasi.
Rose berbalik—untuk yang ketiga kalinya—meminta supir taksi untuk menunggu sedikit lebih lama. Ia kembali menghampiri Jaehyun, memeluk, dan mencium suaminya sebelum mengulangi amanat yang sama. “Jaehyun, jangan biarkan Noa menonton lebih dari dua jam, matanya akan sakit dan dia akan pusing kalau kau membiarkan itu. Kalau dia meminta cokelat, berikan saja asal jangan terlalu banyak. Noa lebih suka menonton BBC daripada Cartoon Network, tapi jangan biarkan dia mendengar terlalu banyak berita karena itu akan membuatnya semakin jauh dari obrolan teman-teman sebayanya. Lalu Isabelle, karena usianya sudah lima minggu, kau bisa membawanya keluar dan berjemur selama beberapa menit. Pastikan juga kau memberinya makan di waktu yang sudah kutetapkan—kecuali kalau dia menangis karena masih lapar. Dia juga tidak suka tidur di crib, jadi kau harus menimangnya dulu sampai dia tertidur baru memindahkannya. Ah iya, tolong bantu Noa—”
“….menyirami tanamannya karena ini hari Sabtu dan temani dia membaca cerita sebelum tidur,” kata Jaehyun memotong kalimat Rose—membuatnya menjentikkan jari sambil memulas senyum lebar. Jaehyun menarik Rose ke dalam pelukannya, mencium pipi dan keningnya berulang kali seolah ia akan ditinggal pergi selama bertahun-tahun. “Aku tahu sayang, Noa juga putraku. Itu tidak seperti aku mengabaikannya demi tumpukan pekerjaan di Alpha Inc. Bukankah aku selalu jadi yang pertama membantu Noa menyiram tanaman kesayangannya di taman belakang? Lalu untuk Isabelle, yah, ini memang sulit, tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk menjaganya. Jangan terlalu lelah ya. Kabari saja kalau kau mau pulang dengan segera. Aku akan segera menjemputmu ke Boston.”
“Dan meninggalkan anak-anak di rumah berdua?” tanya Rose tersenyum agak menggoda. Ia tertawa saat Jaehyun mengerutkan ekspresinya kemudian menepuk kening pelan. “Jaga mereka dengan baik. Jangan terlalu memanjakan keduanya dan pastikan kalau Noa tidak begadang. Aku akan pulang Minggu sore dari Boston. Aku benar-benar mengharapkan kerja sama yang baik darimu, Tuan Choi.”
“Baik Roseanne, ratuku. Kau bisa mempercayakan semuanya padaku,” sahut Jaehyun kembali membenamkan wajahnya di pundak Rose—membaui rambutnya yang dipotong sebahu dan tercium seperti apel bercampur sitrus. Ia membisikkan kalimat yang membuat senyum lebar kembali terukir di wajah Rose, entah kenapa kalimat yang sama dan selalu diucapkan berulang kali setiap hari itu selalu dapat membuat hatinya merekah senang. “I love you so much, Roseanne.”
“I love you so much more, My Jaehyun.” Rose membisikkan balasan yang membuat Jaehyun semakin enggan untuk melepasnya pergi ke Boston untuk urusan pekerjaan. Rose melepaskan pelukan Jaehyun, mengecup bibirnya, kemudian melambaikan tangan sambil memasuki taksi yang sudah menunggunya kelewat lama. Katanya sebelum benar-benar pergi, “Kau harus kuat, sayang! Anak-anak mungkin kecil, tapi mereka bisa membuatmu lebih pusing dan lelah bahkan melebihi yang diberikan Alpha Inc. padamu. Kurasa kau sudah tahu tentang itu, sih. Tapi karena ini jadi kali pertama kau menjaganya sendirian selama lebih dari 24 jam—dan kau harus menjaga dua—jadi aku memperingatkan. Aku pergi sekarang! Dah, sayang!”
Jaehyun membalas lambaian tangan Rose, menunggu sampai taksi pergi meninggalkannya sendirian di ambang pintu gerbang. Ia berbalik, menyusuri pekarangan depan yang tidak ia sangka akan sebesar dan sejauh ini sampai mencapai pintu masuk rumahnya. Pantas saja Noa bisa berkeringat sangat banyak meski cuma berlari keliling halaman, ternyata rumah kami sebesar ini, pikir Jaehyun—merasa geli dengan sikap abainya selama ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosé ✔
Fanfiction[COMPLETED] Jaehyun does sleeping with girls but he will never date. Meanwhile Rose is being too focus on pursuing her career and wanna use Jaehyun for a revenge. They make a complete crazy couple. "For the rose, though its petals be torn asunder...
