26

17.6K 1.6K 72
                                        

Setelah 2 hari menikmati bulan madu yang telah mereka rencanakan, Jeffrey dan Rara malah merasa lelah, bagaimana tidak? Dalam 2 hari itu mereka benar-benar full berpergian bahkan sampai menyebrang pulau.

Pergi ke pink beach, makan malam romantis dipinggir pantai, melihat komodo, dan juga menikmati sunset di pulau padar benar-benar pengalaman yang berkesan bagi keduanya.

Di hari ke-3 justru mereka memilih untuk tidur-tiduran saja di kamar hotel. Karena hari sudah malam, Rara mengemasi barang-barang mereka untuk pergi menginap di kapal seperti yang di janjikan Jeffrey sebelumnya.

Jeffrey juga tidak menampakkan batang hidungnya sejak sejam yang lalu, entah pergi kemana, Rara pun tidak tahu.

Tentu saja hal itu membuat Rara kesal, Jeffrey langsung pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu padanya, pikiran negatif Rara juga sudah menyeruak dari tadi.

Ketukan pintu dari luar, sejenak menghentikan aktivitas Rara.

"Selamat malam Bu, Rara."

"Selamat malam, kenapa Mbak?"

"Maaf, Bu Rara sudah di tunggu pak Jeffrey."

"Suami saya dimana mbak?"

"Sedang diluar Bu, saya dipesan untuk memberitahu Bu Rara. Saya akan antar ibu ke tempat pak Jeffrey."

"Oke, langsung aja mba."

"Maaf, Bu saya kasi spoiler dikit. Sebenarnya Ibu di ajak makan malam, kayaknya kalo Ibu sedikit dandan pasti Pak Jeffrey senang." Rara mengangguk malu kemudian beranjak ke kamar.











Rara berjalan sembari dituntun pegawai hotel yang di suruh oleh Jeffrey. Rara semakin penasaran tatkala langkah kakinya mulai menuju jembatan kayu di atas air laut.

Kemudian ia di ajak masuk ke sebuah kapal yang mungkin sudah dipesan Jeffrey sebelumnya.

Rara berdecak kagum melihat pemandangan di depannya, memang sederhana tapi Rara selalu menyukai hal itu .

Rara mengedarkan pandangannya, punggung lebar milik suaminya terlihat menawan baginya, mungkin Jeffrey belum sadar akan keberadaannya.

Satu persatu langkah Rara membuatnya semakin dekat dengan Jeffrey.

"Mas?"

Jeffrey berbalik badan kemudian menatap Rara dengan diam.

"Rara lama ya, Mas?" Rara sedikit takut karena Jeffrey terus menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

Selama 20 detik Jeffrey masih terus menatapnya.

"Mas, jangan marah, Rara minta maaf."

"Ra, kamu cantik banget." Jeffrey tersenyum lembut kemudian menarik pergelangan tangan Rara untuk mendekat kearahnya.

Jeffrey memeluk pinggang Rara dari belakang.

"Labuan bajo indah banget kan?"

"Iya, indah banget."

"Tau gak kenapa?"

"Hm kenapa?"

"Labuan bajo lebih indah karena ada kamu, Ra."

Detik itu juga pipi Rara langsung memanas.

"Pipi nya pasti merah."

"Nggak kok."

"Mana Mas mau liat pipinya dulu."

Jeffrey membalikan badan Rara sehingga mereka berdua berhadapan satu sama lain, entah kenapa Rara salah tingkah dengan sikap manis Jeffrey malam ini.

Dilamar✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang