H
ai! Gimana kabarnya? Terima kasih banyak atas dukungannya.
Jangan lupa vomment-nya yaaa.
Selamat membaca!
Jeffrey terusik kala mendapati Rara yang sedari tadi membolak-balikan badannya, ia menatap wajah Rara sejenak, merapikan beberapa anak rambut yang menutupi wajah gadisnya itu.
Tersenyum dalam, merasa sangat bersyukur karena menjadi orang yang beruntung bisa memiliki Rara sepenuhnya.
Jeffrey mencuri satu kecupan dari bibir manis itu kemudian ia melirik jam dinding dan membuatnya beranjak ke kamar mandi dan bersiap untuk sholat subuh.
Setelah siap pergi ke masjid, Jeffrey berpikir sejenak, sedikit tidak tega untuk membangun kan Rara, mengingat bahwa gadisnya itu belum tidur dengan cukup.
"Sayang?"
"Bangun sholat subuh." Rara terlonjak, langsung membuka matanya kemudian bangkit untuk duduk dan mendapati Jeffrey yang sudah rapi bersiap ke masjid.
"Mas, Ya Allah, maaf ya Rara gak siapin baju."
"Gapapa, mandi gih, Mas sholat ke masjid ya." Rara mengangguk, dan segera beranjak ke kamar mandi.
"Mau mas bantuin?"
"Udah wudhu kan? mas buruan aja ke masjidnya."
"Oke. Kamu hati-hati ya." Rara terkekeh mendengar penuturan Jeffrey.
"Kayak mau kemana aja sih, buruan nanti gak dapet shaf depan." Jeffrey mengangguk kemudian melangkah keluar kamar.
Karena belum mendapatkan tidur yang cukup, Rara merasa matanya kian memberat, ingin menyerah menunggu Jeffrey pulang dari masjid. Karena ingin segera melanjutkan tidurnya, Rara menutup mushaf Al-Qur'an dan meletakannya di atas meja.
Saat baru saja ingin terlelap, Jeffrey datang dan langsung duduk disisi kanannya.
"Ngantuk?" Rara hanya mengangguk menjawab pertanyaan Jeffrey.
"Bener-bener baru tidur ya?"
"Iya, boleh lanjut tidur ya Mas? hari ini aja."
"Mau dikelonin?" Jeffrey tersenyum lebar saat Rara mengangguk menanggapi ucapannya, dengan segera ia mengganti bajunya dan langsung beranjak menuju kasur.
Ia menarik selimut hingga batas pinggang, dan menjadikan lengan kanannya sebagai bantalan untuk Rara, kemudian mendekap erat tubuh perempuan itu.
Setelah hampir 1 jam menemani Rara tidur, Jeffrey menarik lengan nya perlahan, ia beranjak ke kamar mandi kemudian keluar kamar.
Merasa Jeffrey tidak disampingnya lagi, Rara langsung terbangun, kemudian mencari Jeffrey keluar kamar.
Dari kejauhan Rara dapat melihat suaminya itu tengah duduk disalah satu bangku meja makan yang tengah sibuk menatap layar laptop.
"Mas?" Jeffrey langsung mengangkat kepalanya, dan tersenyum menatap Rara yang memilih duduk di depannya.
"Ada kerjaan?"
"Hah? nggak."
"Mas Jeffrey udah minum air putih?"
"Udah, kamu yang belum."
"Iya, mau sekalian Rara buatin teh atau kopi ngga?"
"Boleh,teh aja ya sayang." Rara mengangguk, menuju dapur yang tak jauh dari tempat Jeffrey berada, menyeduh dua cangkir teh hangat untuk dirinya dan Jeffrey.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dilamar✓
Fiksyen Peminat❝Bismillah. Ini pertanyaan yang dari awal sudah membuat saya bingung, sebelum proses ini, Mas Jeffrey langsung mengkhitbah saya tanpa ingin melalui proses ta'aruf terlebih dahulu. Apa yang membuat Mas Jeffrey seyakin itu dengan saya dan kenapa Mas J...
