Biasakan Vote sebelum membaca ಥ‿ಥ
Dua Minggu berlalu.
Kini Rey sudah masuk sekolah seperti biasa, kali ini dia sedang bercanda bersama Zean dan Glen.
"Rey, ini kan hari Valentine Lo gak ngasih surprise buat Vanilla?" Tanya Zean.
"Gue udah ngasih dia surprise kok, gue yakin dia bakal Dateng kesini, trus bilang: Rey, thanks you surprise nya, gue suka, and I LOVE YOU FOR YOU!" Jawab Rey.
Zean menjitak kepala Rey. "Alay! Sejak kapan Lo gini?!"
"Sejaaaak..? Gak tau, intinya gue yakin Vanilla bakal ngomong gitu.."
"Enak ya jadi Lo, Valentine kemaren Lo sama Michelle, sekarang sama Vanilla.." Glen berbicara.
"Husstttt!! Jangan sebut nama itu lagi! Itu udah jadi masa lalunya Rey!" Omel Zean.
Rey tersenyum kecil. "Tenang aja Glen, gue yakin cepet atau lambat, Lo bakal ketemu sama cewe yang tepat. Karna tulang rusuk, gak mungkin ketuker sama tulang seblakk!!"
Glen tertawa. "Lo kira tulang rusuk jodoh gue itu, ceker ayam!"
*****
Vanilla baru saja sampai di kelasnya, ada Metha yang sedang mencatat materi.
"Met, pulang sekolah kita ke toko coklat yuk?" Ajak Vanilla.
"Buat apa? Lo mau ngasih coklat ke Arthur ya?"
"Enggak lah, kenapa jadi Arthur? Gue beli coklat buat diri gue sendiri..."
"Kan ini Valentine, Lo gak mau ngasih Arthur surprise?" Tanya Metha.
"Lo bicara apa sih Met?"
"Lupain aja.." jawab Metha dingin.
Vanilla membuka tasnya, ia hendak mengambil buku. Saat dibuka, tas nya begitu penuh dengan coklat.
"Perasaan gue gak bawa coklat?!"
Tiba-tiba Vanilla teringat sesuatu, sebelum ia ke kelas, dia pergi ke toilet terlebih dahulu, dan ia menaruh tasnya di luar toilet. Mungkin ada seseorang yang menaruhnya dengan sengaja.
Vanilla merogoh laci mejanya, ada sesuatu disana, ada banyak sekali coklat yang ditaruh di laci meja Vanilla.
"Apa-apaan ini?!" Vanilla kesal.
Ada sepucuk surat di salah satu coklat.
"Happy Valentine day Mell, from Rey."
Vanilla mengambil kantung plastik, memasukkan semua coklat tadi ke plastik. Setelah itu, ia bergegas ke kelas Rey.
"Reyga!" Panggil Vanilla.
Rey tersenyum. "Iya, sama-sama.."
Vanilla melempar kantung plastik berisi coklat tadi ke arah Rey. "Maksud lo apa?!"
"Ini kan Valentine, wajar dong kalo gue ngasih Lo surprise?"
"Memangnya sejauh apa hubungan kita ha?!" Tanya Vanilla.
Rey gelagapan, dia tak tahu harus menjawab apa. "Menurut Lo, hubungan kita tuh gimana?"
"Kaya nghitung pasir di pantai!!" Jawab Vanilla.
"Tak terhingga ya?"
"Bukan! Tapi buang-buang waktu!!" Jawab Vanilla.
Setelah itu, Vanilla pergi meninggalkan kelas Rey. Jujur, untuk saat ini Vanilla kesal dengan perlakuan Rey, Vanilla kira hubungannya dengan Rey akan menjadi sahabat. Tapi rupanya, Rey meminta lebih dari itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marshmellow {END}
Novela Juvenil{SEKUEL OF: MY DESTINY} *Genre: Love and Humor story {TIDAK TERIMA PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!} "Mellow, pacaran yuk? yuk! yuk! yuk!" ajak Reyga. "Boleh-boleh aja, tapi gak sekarang.." "trus kapan?" "Tahun 9999, lebih 7bulan, 2minggu, 5hari, 4jam...
