Yang belum baca My Destiny silahkan baca dulu ya!
MARSHMELLOW ini kan Sekuelnya My Destiny. Genre nya sad, buat kalian yang suka cerita berbau bawang, silahkan mampir dan tinggalkan jejak.
Dan seperti biasa, BIASAKAN VOTE SEBELUM MEMBACA.
Dengan Vote, kalian berarti menghargai perjuangan Author, memikirkan alur yang pantas dibaca itu gak semudah yang kalian pikir.
Terkadang kita para penulis kehilangan ide dan inspirasi menulis, membuat mood kita hancur tanpa alasan.
Nah, mulai sekarang, hargai setiap Author yang karyanya kalian baca yuk!
Kalian gak bakal rugi kok:)
Vanilla menjatuhkan tubuhnya ke kasur miliknya, menatap langit-langit kamar dan menghela nafas.
"Gue benci Lo Rey!" Gumam Vanilla, dia mengambil air dan meminumnya. Mencoba menenangkan dirinya.
Vanilla melirik jam tangannya. Jam menunjukkan pukul 5 sore. Dia kemudian berjalan menuju kamar mandi, dan membersikan tubuhnya. Setelah cukup lama, dia pun keluar.
Setelah mengeringkan rambut dan mengenakan piyamanya, Vanilla duduk di balkon kamarnya, secangkir coklat panas ikut menemaninya. Melihat tenggelamnya matahari dengan damai.
Ah iya, ponselnya sejak tadi berdering keras. Rey selalu menelfon dan mengirimkan pesan ke Vanilla. Tapi Vanilla enggan menjawabnya, dia kecewa.
🌈🌈🌈
Rey sedang duduk di ruang tamu, sedang mengirimkan pesan ke Vanilla. Yah, walaupun tidak dilirik ataupun dijawab.
"Lagi ngapain sih kak?" Tanya Reyna. Dia duduk di sisi Rey, ada sepotong kue di tangannya.
"Cuma mbalesin chat kok.." dusta Rey. "Ngomong-ngomong ini tanggal berapa sih Na?" Tanya Rey.
"Tanggal 28 April, emangnya kenapa?"
Astaga.
Rey baru sadar! Besok ulang tahun Vanilla. Dia bahkan belum membelikan apa-apa.
"Yaudah Na, kakak mau pergi dulu. Nanti kalo Mama nyariin, bilang aja lagi pergi ke Mall.."
Reyna mengangguk, sekaligus bingung. Sementara Rey lari keluar dan menjalankan mobilnya.
Setelah cukup lama, Rey pun sampai di Mall, dia sedang sibuk memilih-milih baju yang akan ia hadiahkan ke Vanilla.
"Rey..!!" Seseorang memanggil.
"Ah, Keysha..?"
"Wah, kebetulan banget Lo ada disini.." ujar Keysha.
"Emangnya kenapa?"
"Sopir gue mendadak sakit, gue gak ada yang jemput nih. Gue pulang bareng Lo boleh ya?" Pinta Keysha.
"Gak bisa Key, gue masih belum selesai belanja.."
"Ck, ayolah Rey.. bentar doang kok, emangnya Lo gak kasian sama sahabat kecil Lo ini apa?"
Rey menghela nafas berat. "Yaudah ayo.."
Dengan terpaksa, Rey mengantar Keysha pulang kerumahnya, tapi di tengah-tengah perjalanan, Keysha minta mampir dulu ke Alfamart.
"Emangnya Lo mau beli apa di Alfamart?" Tanya Rey. Dia baru saja memberhentikan mobilnya di depan sebuah Alfamart.
"Mau beli camilan bentar.." jawab Keysha, dia membuka pintu mobil dan keluar. "Tunggu gue ya.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Marshmellow {END}
Teen Fiction{SEKUEL OF: MY DESTINY} *Genre: Love and Humor story {TIDAK TERIMA PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!} "Mellow, pacaran yuk? yuk! yuk! yuk!" ajak Reyga. "Boleh-boleh aja, tapi gak sekarang.." "trus kapan?" "Tahun 9999, lebih 7bulan, 2minggu, 5hari, 4jam...
