Menerjapkan matanya beberapa kali. Tubuhnya menggeliat hendak melepas hawa kantuk yang ada. Setelah berhasil duduk seraya mengucek kedua matanya pelan, cowok dengan pakaian kasual itu menatap sekelilingnya.
"Kebo banget." gumam Aksa yang melihat semua teman temannya masih tertidur di basecamp Liberios.
Sepuluh hari berlalu setelah perkemahan yang melelahkan. Kehidupan pun berjalan seperti biasa tanpa ada yang berubah, namun memang akhir akhir ini Aksa jarang ikut para sahabatnya ke club malam atau pun balap liar.
Ide jahat Aksa muncul kala melihat Kenzo yang tertidur dengan mulut terbuka.
"Sekali kali." ujar Aksa pelan. Yang berfikir hanya sekali kali ia menjahili Kenzo dengan cara yang kejam, hitung hitung balas dendam karena Kenzo pun sering menjahilinya.
Segera Aksa mengambil kaus kaki dengan bau busuk yang berada di atas sepatu sekolah milik Farzan. Tak lupa raut jijik menghiasi wajah Aksa saat ini. Ia menyumbat mulut Kenzo yang terbuka lebar seakaan memang tengah menyuruh Aksa untuk melakukan hal itu.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
"ANJIR APAAN NIH! RASANYA KAYA ONCOM BASI, ARGHHHHH!!!!" teriak Kenzo melempar kaus kaki yang tadi masih menyumpal mulutnya.
"SIALAN BANGET! GUE BELOM MAKAN DARI TADI, DAN LO BIKIN PERUT GUE—"
Ucapannya terpotong karena Kenzo tak dapat menahan gejolak di perutnya. Membuat cowok itu memuntahkan isi perutnya yang bahkan belum terisi apapun, jadi bayangkan saja kondisinya saat ini bagaimana.
"Buseh berisik banget gue lagi mimpi manteb manteb sama Barbara Palvin juga." kata Farzan yang terbangun karena suara berisik dari Kenzo.
"Woi! Apaan nih basah basah!" kata Samuel yang masih setengah sadar.
Bukan ulah Farzan yang basah akibat mimpi mantep mantepnya. Tetapi jangan lupakan Kenzo yang tadi baru saja muntah mendadak.
"Ini muntah Kenzo, sialan!" pekik Farzan bersama Samuel yang sepenuhnya sudah sadar, dan itu berhasil menarik Saguna keluar dari mimpi indahnya.
"Jijik banget bangsat! Bau neraka woi!" ujar Samuel sambil me-meper lengannya yang sudah terkontaminasi ke baju mahal Saguna yang tak berdosa.
"Sumpah gue enek—" Farzan ikut mual juga.
"HAHAHAHA!!" Aksa tak dapat menahan gelak tawa melihat sahabat sahabatnya menderita.
Balas dendamnya sudah terpenuhi. Jadi Aksa masih punya rasa kesal karena tempo hari saat dirinya tertidur dengan posisi dan keadaan sama persis seperti Kenzo. Manusia sialan bernama Kenzo itu dengan berani beraninya ingin memasuki mulutnya yang sedikit terbuka dengan garam dapur.
Niatnya hanya sedikit. Tetapi karena sambil menahan tawa bersama yang lainnya juga, garam yang Kenzo berikan malah terlewat banyak.
Tidak terbayangkan kodisi Aksa, tenggorokannya sampai sempat sakit selama beberapa hari!
"Nista banget monyet yang satu ini!" kesal Farzan ingin bergelud dengan Kenzo namun Samuel masih mau menahannya. Kasian, Kenzo sedang mabok kaus kaki yang belum di cuci selama berbulan bulan.
Saguna yang tak tau apapun bahkan nyawanya belum terkumpul sempurna. Hanya bisa membiarkan Samuel dan Farzan mengelap tangannya ke baju yang ia gunakan, namun lama kelamaan bau tak sedap mulai menyusuri hidungnya.
"Bau apaan ini? Ini juga kenapa basah?!" tanya Saguna belum sadar juga.
"ITU MUNTAHNYA SI KENZO!" jawab Samuel dan Farzan berbarengan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Aksara Gunadhya, manusia berparas malaikat. Rupa wajahnya tak seindah perjalanan hidup cowok tersebut. Terlahir untuk bertanya, apa tujuan hidupnya? Kenapa Aksa harus terus bertahan? Untuk apa Tuhan menciptakannya? Di...
