23. Kabar Kematian

44.2K 4.9K 508
                                        

Publish: 1-1-2021
Republish: 18-12-2021

_____________________ _ _

🌹🌹🌹

"Sejarah mengabadikannya sebagai malam paling jahanam di Kekaisaran Qiang. Namun baginya, itu hanyalah hari ketika ia terlalu berbelas kasihan."

– Auth. Ell

🌹🌹🌹
_ _ _______________________

****


***

Keesokan Paginya

Halaman istana Qiang dipenuhi para pelayan dan prajurit istana yang berlalu lalang. Semua orang nampak gelisah, hingga sebuah kotak kayu hitam dikirimkan dan diletakkan di depan pintu gerbang utama. Kotak itu diikat oleh kain merah dan disegel dengan lambang bunga Teratai––Lambang keluarga Permaisuri Liu Mei.

Salah satu Kasim membuka kotak itu dengan tangan gemetar. Sesaat kemudian,

"ARGHH!!!"

Kotak itu terlempar dan isinya adalah sepotong lidah manusia yang tergolek di atas kain merah tua. Tertempel di bawah lidah itu, selembar surat bersimbol cap darah. Tulisan tangannya indah, rapi, dan menusuk seperti belati.

"𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑝 𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎 𝑱𝒂𝒍𝒂𝒏𝒈 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑎𝑖𝑠𝑢𝑟𝑖, 𝑏𝑒𝑟ℎ𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑒𝑟𝑚𝑖𝑚𝑝𝑖. 𝐿𝑖𝑑𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑖𝑛𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑘𝑢. 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑘𝑢𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛."

–  𝐾𝑦𝑟𝑎

Pesan itu mengguncang seluruh Istana Qiang.

Dalam hitungan detik, lonceng darurat dibunyikan. Para kesatria dan pengawal berhamburan memenuhi lorong-lorong istana. Seluruh gerbang segera ditutup rapat, sementara penjagaan diperketat hingga berlapis-lapis. Sebagian pasukan bergegas menuju ruang penyiksaan untuk memastikan keadaan Permaisuri dan Putri Lan Shi, sedangkan yang lain menyisir setiap sudut istana berharap sosok itu belum menjerat korban lain.

Kepanikan menjalar tanpa ampun. Para pelayan saling berpelukan sambil menangis, para dayang gemetar ketakutan hingga tak mampu berdiri tegak, bahkan para koki menghentikan seluruh aktivitas dapur karena tak seorang pun sanggup menelan makanan.

Tak ada yang tahu siapa target berikutnya. Tak ada yang tahu apakah ancaman itu hanya ditujukan kepada keluarga kekaisaran ... atau kepada seluruh penghuni istana Qiang. Yang mereka ketahui hanya satu hal,

Pesan itu tidak lagi ditandatangani atas nama Putri Azkia.

Melainkan... 'Kyra'.

Seolah gadis itu tengah mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa putri Azkia telah mati. Mulai hari ini, yang akan mereka hadapi bukan lagi putri lemah yang pernah mereka hina ... melainkan seorang gadis bernama Kyra.

        

_____________________ _ _

THE TIME TRAVEL
_ _ _______________________

"Salam Yang Mulia Kaisar, semoga diberi umur yang panjang," hormat salah satu pengawal.

"Katakan!" titah kaisar Li Quan tegas.

𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang