22-januari-2021
Re-pubh: 02-05-2022
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Kau boleh mengangkat senjata, memelintir kebenaran, bahkan mencoba menjatuhkanku. Tapi sebelum kau melangkah lebih jauh—pastikan kau siap menanggung akibatnya."
_Jenderal Kyra_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
****
Pengawal yang sejak tadi berdiri di samping Kyra kini undur diri. Kaisar Li Quan pun teringat kembali pada insiden lepasnya pintu perpustakaan. Mumpung pelakunya kini hadir di aula, ia memutuskan untuk menanyakannya langsung.
"Dari kabar yang kami dengar, Ki'er melepas pintu perpustakaan. Apa itu benar?"
"Benar."
Seketika aula istana bagaikan disambar petir. Banyak yang awalnya menganggap kabar dari pengawal hanyalah desas-desus berlebihan. Namun kini, pengakuan langsung dari putri ketiga justru memperkuat rasa gentar mereka.
Di tengah bisikan yang bertebaran, putri Zhishu tersenyum samar. Ia yakin Kaisar Li Quan tak akan tinggal diam terhadap pelanggaran terang-terangan ini. Dalam benaknya, ia sudah membayangkan bagaimana Kyra akan dihukum berat.
"Ki'er, jelaskan motif mu menghancurkan pintu itu. Apakah kau memiliki masalah?" Ibu suri bertanya dengan suara lembut, namun matanya mengandung kekhawatiran. Dalam hati, ia dan selir Athi sadar bahwa kini sulit melindungi Kyra tanpa penjelasan yang meyakinkan.
"Tidak ada masalah." Nada suaranya setajam bilah belati. Namun setelah jeda sesaat, Kyra melanjutkan, "aku hanya tak suka terkurung, dan benda apapun yang mencoba membatasi gerakku akan aku hancurkan."
Kaisar Li Quan merah padam, tapi jika ia terlalu mengamuk perihal pintu itu maka para pejabat disini pasti akan menganggap dirinya lebih sayang pintu daripada anak sendiri. Alhasil, Kaisar hanya menghela nafas berat, ia harus sabar dan sedikit bijaksana dihadapan tamu undangan.
"Baiklah. Masalah ini tidak perlu diperpanjang, silahkan duduk."
Sontak semua orang terdiam, sangat tidak menyangka seorang Kaisar Li Quan akan begitu tunduk dihadapan putri ketiga, entah apakah karena rasa takutnya kepada darah daging sendiri, atau karena memang berhati besar, atau mungkin ... ingin mendapat citra baik dihadapan para bangsawan? Tidak ada yang tahu.
Di sisi lain, wajah putri Zhishu mengeras. Ia mulai memahami satu hal penting ... topeng kepalsuan saja tidak akan cukup untuk menumbangkan putri ketiga ini karena dia memiliki keberanian dan kecerdasan yang bisa memutarbalikkan situasi kapan saja.
Sementara itu, Kyra melangkah anggun menaiki anak tangga, setiap hentakan sepatunya terdengar nyaring di aula yang hening. Hiasan di kepalanya berkilauan di bawah cahaya lampu gantung, membuat sosoknya tampak seperti malaikat anggun yang ingin mengambil kembali tahta singgasananya. Seketika semua mata terpana, bahkan pangeran Jingrai pun terkesima melihatnya.
"Aku memberimu dua pilihan, Zhishu. Menyingkir dari kursiku dalam keadaan utuh atau ku singkirkan kau dalam keadaan lumpuh."
Tiba-tiba seluruh persepsi mereka terhadap Kyra sebagai 'malaikat' sirna digantikan rasa ngeri, alih-alih sosok malaikat yang anggun ... Putri ketiga lebih mirip seperti iblis dari neraka yang tengah berjalan dilantai berdarah.
Para tamu segera berbisik, menasihati putri Zhishu agar segera mundur. Bagaimanapun, putri ketiga tidak pernah bermain-main dengan ancamannya, malaikat kecil seperti putri kedua harus segera menjauhinya!
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
