Publish :04 -11-2020
Re-pubh: 03-11-2021
_____________________ _ _
🌹*🌹*🌹
"Gadis hina itu, kenapa sorot matanya membuatku merasa kecil? Seolah dia sedang menghakimi---bukan sebagai sesama putri, melainkan sebagai penguasa."
_Lan Shi_
🌹*🌹*🌹
_ _ _______________________
****
Paviliun Bulan adalah kediaman putri Lan Shi dan bahkan ukurannya jauh lebih besar dibandingkan kediaman Kaisar maupun Permaisuri. Dindingnya berlapis beton putih dengan ukiran rumit membentuk bulan purnama. Langit-langitnya dihiasi lampu kristal raksasa berbentuk matahari, memancarkan cahaya hangat yang palsu, sedangkan pintunya terbuat dari baja hitam pekat dihiasi gagang berlapis emas berkilauan.
Putri Lan Shi memiliki segalanya. Harta, tahta, dan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Pakaian yang ia kenakan dijahit dari benang emas dan sutra termahal oleh tangan penjahit terbaik kekaisaran.
Namun semua itu dulunya milik Putri Azkia.
Setelah kematian permaisuri terdahulu, Putri Azkia diasingkan ke Paviliun Dingin. Paviliun Bulan diambil alih oleh Putri Lan Shi. Bahkan saat pengasingan itu, Putri Lan Shi melarang Azkia membawa barang sekecil apapun dari kediaman lamanya dan Azkia yang lemah hanya bisa menurut, tanpa berani melawan.
Bodoh memang
Dia menyerahkan segalanya, kenangannya, harga dirinya ... dan yang putri Lan Shi harapkan kebodohannya itu akan terus tumbuh dan membusuk!
PRANG!
"Berani-beraninya dia hidup kembali dengan wajah busuknya itu!" Serapah putri Lan Shi. Matanya melotot disertai wajah merah padam.
Susah payah ia dan ibunya merancang kematian si idiot putri Azkia entah itu racun, perangkap, bahkan penganiayaan diam-diam. Tapi apa hasilnya? Gadis itu tetap kembali! Bahkan setelah kematian pun langit seperti memberi kesempatan kedua kepada gadis idiot itu!
"Baik. Mungkin dewi kematian membiarkanmu hidup untuk kembali disiksa."
Ia pikir dengan mengatakan itu ia akan sedikit lebih tenang. Namun, wajah dingin putri Azkia yang menatap tajam seolah menolak untuk ditundukkan itu kembali terlintas di benaknya.
Klontangg
"Dia sudah berani ternyata ..." Bibirnya menyeringai sinis tapi matanya menyimpan bara yang belum padam.
Para dayang yang mendengar kekacauan di dalam ruangan segera berlari masuk dan yang mereka temukan bukanlah Tuan Putri yang anggun.
Melainkan kehancuran.
Barang-barang mewah berserakan di lantai, minuman tumpah, makanan diinjak, dan Tuan Putri mereka ... Pakaiannya kusut, rambutnya acak-acakan, dan sorot matanya membunuh.
"T-tuan putri ada apa? Apa ada yang bisa kami bantu?" cicit salah satu dayang dengan kepala menunduk.
"Maafkan atas kelancangan kami, putri," timbal dayang lainnya.
Putri Lan Shi yang mendengar kesibukan para dayang didepannya ini bertambah pusing dan geram.
"DIAM! Kalian tidak berhak bertanya!" Putri Lan Shi mengeraskan wajah hingga urat-urat dilehernya menonjol.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
