Rab-30-12-2020
Kamis-16-12-2021
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Selamat datang di labirin berdarah—tempat di mana dindingnya dibangun dari tulang mereka yang sombong, dan lantainya disapu oleh air mata penyesalan. Jika kau tersesat di dalamnya, jangan berharap diselamatkan. Di sini, ampunan hanyalah ilusi."
_Jendral Kyra_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
*****
Lorong bawah tanah itu sepi. Begitu sepi, bahkan desah napas bisa terdengar seperti jeritan.
Bau lembab bercampur darah basi dan kotoran menyesakkan dada. Udara di sana bukan hanya dingin, tapi juga mengandung ketakutan yang membeku di setiap sudut dinding batu tua. Terkadang terdengar tetesan air dari langit-langit, menimpa genangan kecil yang tak jelas asalnya entah air, entah darah.
Putri Lan Shi menggigil di balik jeruji. Kakinya patah, pergelangan tangan dan kakinya dirantai besi yang berkarat. Sakitnya seperti daging yang terkoyak perlahan.
"Bagaimana ini, Ibunda? Dia akan menyiksa kita ..." suara Putri Lan Shi bergetar, tubuhnya meringkuk kedinginan dalam kegelapan yang pekat. Bau anyir darah dan bau busuk bangkai menyusup ke hidungnya.
"Aku tidak bisa melihat, ibunda lakukan sesuatu!"
"Aku takut.."
"Aku ingin hidup."
Suara gadis itu parau, lirih, seperti bisikan roh yang tersesat. Ia meraba-raba dalam kegelapan, mencoba mencari kehangatan dari sosok yang dikenalnya. Tangannya menyentuh sesuatu yang dingin, tangan ibunya.
Permaisuri Liu Mei tak menjawab. Bibirnya gemetar, tapi tak ada suara yang keluar. Matanya yang tajam kini kosong, hanya menatap lorong panjang di depan mereka ...
Tap ...
"Dia datang ..." Permaisuri Liu Mei bergumam tanpa sadar. Suaranya nyaris tak terdengar, tetapi cukup untuk membuat Lan Shi tersentak dan menahan napasnya.
Tap ...
Tap ...
Langkah pelan terdengar dari ujung lorong. Perlahan, beraturan, namun menimbulkan tekanan yang tak bisa dijelaskan. Setiap ketukan sepatu pada lantai batu seperti palu godam yang menghantam dada mereka.
Srettt ...
Suara gesekan. Benda logam digoreskan perlahan di dinding. Gemanya menggerogoti telinga, menembus kepala. Bulu kuduk mereka berdiri bersamaan.
"Hello~where are you~?" bagaikan bisikan, suara dingin dan tajam itu mendengung ditelinga mereka.
"Ibunda—"
Permaisuri Liu Mei menutup mulut anaknya buru-buru. Namun sudah terlambat—nafas mereka tercekat, ketakutan mereka tercium oleh sosok yang tengah melangkah, namun sosok itu berpura-pura tidak tahu.
"Dear~ come on, i just want to play with you for a while~"
Tap ...
Tiba-tiba, obor pertama menyala di ujung lorong. Lalu satu lagi. Dan satu lagi. Seperti parade neraka yang menyambut ratu kegelapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiaDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
