Pubh: 16-01-2021
Re-pubh: 29-12-2021
───── ⋆⋅☆⋅⋆ ─────
🥀🥀🥀
"Aku benci orang bermuka dua, karena sulit memutuskan muka mana yang harus kutampar terlebih dahulu."
~ Kyra
🥀🥀🥀
───── ⋆⋅☆⋅⋆ ─────
***
Kerajaan Qiang.
Kerajaan terkuat kedua di Benua Timur. Nama keluarga Qiang telah lama dikenal bukan hanya karena kekuasaannya tetapi juga karena para pewarisnya yang ditempa secara berbeda dari bangsawan pada umumnya.
Di saat pangeran dari kerajaan lain sibuk menikmati kemewahan istana, para pewaris Qiang justru lebih sering berada di luar tembok kerajaan. Mereka menjelajah wilayah asing, menantang alam liar, berburu, mengasah pedang, serta menajamkan pikiran melalui berbagai pengalaman yang tak akan mereka dapatkan di balik tirai emas.
Empat pangeran Qiang.
Masing-masing memiliki kemampuan dan ambisi yang membuat nama mereka disegani di seluruh Benua. Bayangan mereka ditakuti dan kepergian mereka ke benua lain selalu menjadi catatan penting bagi sejarawan Timur. Dan besok ...
Kepulangan mereka.
Kyra menghela napas panjang.
Hari yang merepotkan sudah menunggunya.
Di tengah ketenangan itu Kyra hanya menatap piringnya dalam diam. Daging merah di hadapannya sama sekali belum tersentuh. Terlalu banyak hal yang berseliweran di kepalanya untuk sekadar menikmati makanan.
Namun berbeda dengan Kyra, Mingmei dihadapannya justru sibuk makan. Sesekali tangannya bergerak mengambil lauk dan sama sekali tidak menyadari tatapan Kyra yang sejak tadi tertuju padanya.
Lalu Mingmei menghentikan gerakannya. Dengan pipi yang masih menggembung ia mengangkat wajah dan menatap Kyra.
"Para pangeran akan datang besok pagi. Apa putri akan datang ke acara?"
Kyra tersenyum kecil. Mingmei bahkan sudah kembali mengambil lauk berikutnya sebelum benar-benar selesai menelan makanan di mulutnya.
"Tentu saja, Mingmei." Mata Kyra berkilat tipis. "Aku tak ingin melewatkan hari yang berbahagia itu."
Hari bahagia, ya?
Biasanya di balik hari yang disebut bahagia itu selalu ada sesuatu yang menarik. Entah kabar baik, kejutan tak terduga, atau sesuatu yang jauh lebih merepotkan.
Kyra mulai mengiris daging perlahan dengan elegan. Namun pikirannya telah berkelana semakin jauh.
Besok, Kyra akan melihat rusa bertanduk emas yang selama ini hanya ada dalam cerita dongeng.
Lalu ia juga akan berhadapan dengan para pangeran, sekumpulan pemuda tak berguna yang mengaku sebagai saudara tapi hanya diam saja saat Azkia dihina dan diinjak-injak.
Kyra jadi ingin menyaksikan sendiri orang seperti apa mereka. Terutama kakak kandung Azkia.
Pangeran Mahkota Zhang.
Selain mengemis perhatian Kaisar Li Quan, Azkia juga sering bersujud di bawah kaki pemuda itu. Ternyata buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya, sikap pangeran Mahkota Zhang sama saja dengan Kaisar Li Quan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
FantasySaat dunia diambang kehancuran dan keadilan tak lagi bertaring, manusia tak lagi memohon kedatangan malaikat. Mereka mengharapkan iblis penegak keadilan. ༒︎ JENDERAL KYRA ༒︎ Jangan terkecoh oleh paras cantik dan seringai tipis dibibirnya, sebab di...
