Publish: 15-12-2020
Re-publish: 19-11-2021
️
⚜️⚜️⚜️
Kyra menyentuh ujung cadarnya dengan dua jari. Lalu perlahan mulai menarik kain tipis itu ke bawah, dan begitu cadar itu jatuh sepenuhnya ...
BRAK!!
"APA YANG––-?!" putri Lan Shi tanpa sadar menggebrak meja. Wajahnya melotot tajam, marah, dan meluap-luap.
Namun, reaksinya tak lagi berarti. Seluruh perhatian di dalam ruangan telah terpaku pada satu titik.
Wajah itu.
Kini, tiap inci parasnya telah tersingkap bak lukisan terlarang yang tersingkap ke dunia fana.
Bayangan pekat di bawah kelopak matanya mengunci tatapan yang dingin tak bernyawa .... Kulit pipinya jernih, halus, dan berkilau laksana giok murni yang terendam lama di kedalaman telaga beku. Garis hidungnya menjulang lurus dan tegas. Sementara bibir tipisnya yang berona merah muda terkatup dalam kebisuan yang lebih dingin dari salju malam. Tak ada kehangatan manusia di sana. Hanya ada kesempurnaan yang terlampau dingin, sunyi, dan mematikan.
Sungguh rupa yang merenggut napas.
Menatapnya terasa seperti memandang Dewi Kematian yang bahkan para pemahat legenda pun takkan sanggup membayangkannya.
Mana mungkin rupa sesempurna ini milik putri Ketiga kerajaan Qiang ... sosok yang selama ini mereka hina karena buruk rupa dan berpenyakitan?
Keheningan seketika mencengkeram seluruh aula.
Para pangeran duduk mematung. Mata mereka terkunci rapat pada wajah Kyra dan enggan berpaling barang sedetikpun. Bahkan Pangeran Mahkota Zi Jian yang sebelumnya mencibir kini menelan ludahnya sendiri lantaran tak sanggup menahan ngeri.
'Cantik ... tidak cukup.' Para pangeran menyadari kata itu terlalu dangkal.
Ada jenis kecantikan yang hanya memikat mata, ada pula jenis kecantikan yang mampu menurunkan deklarasi perang antar Kekaisaran. Dan sosok di hadapan mereka ini adalah wujud nyata dari yang kedua.
'Paras seperti ini tak mungkin dibiarkan menjadi milik satu kerajaan. Begitu kabar tentang wajahnya menyebar ke seluruh benua, setiap pinangan hanya akan menjadi awal dari pertumpahan darah,' batin mereka dengan napas yang tertahan di tenggorokan. Bulu kuduk para calon penguasa itu meremang oleh ancaman yang mendadak nyata.
"Inikah ... sosok asli putri Ketiga Kerajaan Qiang?" bisik seorang putri Kerajaan Wei.
"Kalau begitu... Semua desas-desus itu palsu?"
"Bukankah tadi Permaisuri Liu Mei menyebut wajahnya dipenuhi nanah?" sebuah suara bertanya pelan.
"Dan katanya penyakit menular," sambung yang lain.
Kali ini semua pandangan putri kerajaan Wei tertuju pada Permaisuri Liu Mei.
Keheningan pun jatuh.
Permaisuri Liu Mei yang biasanya pandai menyusun kata kini bungkam. Tidak ada cemooh, tidak ada dalih, hanya kebisuan seorang Permaisuri yang akhirnya menyadari bahwa apa yang ada di hadapannya bukan lagi sekadar putri Ketiga, melainkan awal dari bencana istana.
"I-ini ... Ini tidak mungkin ..." Lirih putri Lan Shi tidak terima. 'Orang-orang bilang kalau putri Azkia terkena penyakit menular dan gidas menjijikan, tapi apa ini?! Apa yang terjadi?! Bahkan satu gidas pun tidak tumbuh diwajahnya!'
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
FantasiSaat dunia diambang kehancuran dan keadilan tak lagi bertaring, manusia tak lagi memohon kedatangan malaikat. Mereka mengharapkan iblis penegak keadilan. ༒︎ JENDERAL KYRA ༒︎ Jangan terkecoh oleh paras cantik dan seringai tipis dibibirnya, sebab di...
