22-januari-2021
Re-pubh: 02-05-2022
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Istana ini tak berdiri di atas pilar emas, melainkan di atas tumpukan bangkai mimpi yang diinjak para penguasa."
_Jenderal Kyra_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
Di Aula istana Qiang
Prok, prok, prok.
Riuh tepuk tangan bergemuruh memenuhi aula Istana saat pertunjukan pedang oleh para pengawal pribadi Kaisar selesai. Sebelum gema tepuk tangan sepenuhnya padam, terdengarlah seruan lantang dari luar.
"PUTRI KEDUA KERAJAAN QIANG MEMASUKI AULA ISTANA!"
Seketika suasana aula hening. Semua kepala menoleh serempak. Di atas karpet merah keagungan, tampak sosok bagaikan jelmaan dewi tengah melangkah anggun—Putri Zhishu.
Pandangan para pangeran terpaku, tatapan mereka seakan mengunci pada gadis muda itu yang melangkah bagaikan melayang. Setiap gerak tubuhnya penuh kehalusan, senyum simpul di bibirnya menyiratkan keanggunan alami yang tidak dibuat-buat. Seluruh aura bangsawan terpancar sempurna darinya.
Citra baik Putri Zhishu sudah melegenda. Di kalangan rakyat dia dikenal sebagai teladan kebajikan, bagaikan mawar putih yang suci tanpa cacat sementara para bangsawan lain diibaratkan dandelion liar di padang rumput.
"Tidak ada yang bisa menandingi kepintarannya."
"Dia juga tidak pernah berbohong."
"Membunuh semut saja ia tidak tega."
"Ia juga berhati lembut, seperti adik kecil yang harus dijaga."
Para putri kerajaan Wei tidak berhenti memuji putri Zhishu bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengidolakan putri kedua kerajaan Qiang itu.
"Hormat kepada Yang Mulia kaisar, ibu suri, Yang Mulia kaisar Chen, permaisuri Liu Wei, dan putri serta para pangeran." Suaranya begitu lembut dan sopan, benar-benar tipe putri bangsawan yang sangat sempurna.
"Duduklah, putri kedua." Kaisar Li Quan berkata tak kalah lembut karena baginya hanya putri Zhishu lah satu-satunya harapan dan kebanggaan kerajaan Qiang saat ini. Ia harus menjaganya.
"Baik, Yang Mulia."
Putri Zhishu melangkah ringan menuju kursinya, seutas senyum sederhana yang memikat terpampang di wajahnya. Para pangeran pun terpana. Inilah citra yang Zhishu bangun dengan apik, dipuji, dikagumi, ditatap penuh rasa ingin melindungi. Namun di balik senyum manis itu, putri Zhishu menggenggam sebuah ambisi.
'Wajahku memang cantik, tapi yang paling anggun tetap Putri Ketiga. Suatu saat ... Wajah angkuh itu pasti akan aku hancurkan.' Dalam benaknya, bara iri menyala.
Tiba-tiba, seolah tanpa beban ia melangkah menuju singgasana Putri Ketiga. Dengan gerakan yang nyaris sempurna, ia duduk anggun di sana membuat semua orang terperangah.
Mungkinkah kaisar Li Quan lupa aturan kerajaan? Atau mungkin putri sah kerajaan Qiang sudah disingkirkan sehingga putri dari anak selir itu dengan beraninya duduk disinggasana anak sah seorang Kaisar?
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
