Publish: 22-12-2020
Re-pubh: -- 11- 2021
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Aku menulis dengan hati dan kadang hati juga butuh disapa. Jika cerita ini membuat kalian tinggal lebih lama ... tinggalkan jejak."
--- Author Ell
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
Sedari tadi Kyra merasa ada yang janggal. Kenapa para kurcaci ini tidak bicara? Setelah jarak mereka cukup dekat Kyra akan mencoba untuk menanyakan.
Lalu tidak lama kemudian,
"Katakan apa tujuan kalian? Kenapa membawaku kemari?" Namun alih-alih menjawab pertanyaan Kyra, para kurcaci itu malah tiba-tiba bersujud serempak.
Kyra menoleh ke belakang hanya untuk memastikan kalau saja mereka sedang menyembah sesuatu di belakangnya, tapi kosong, hanya rumah kecil tempat ia terbangun tadi.
Kyra mengedikkan bahu mencoba untuk tidak peduli, tapi saat kakinya hendak melangkah terdengar bunyi terompet yang sangat nyaring dan tajam dari arah pohon raksasa yang ia perhatikan sebelumnya. Kyra langsung siaga.
Mungkinkah itu sinyal, atau aba-aba penyerangan?!
Tidak lama kemudian, dari balik akar-akar raksasa yang menjalin seperti gerbang purba tersebut, muncullah lima sosok mungil berbalut daun emas berkilauan.
Kyra tertegun.
Dua di antaranya berjalan paling depan, yaitu sepasang pria tua dan wanita renta. Janggut putih sang pria menjuntai panjang, sementara rambut sang wanita seputih kabut pagi. Punggung mereka sedikit membungkuk namun langkahnya tenang dan pasti. Nampak mahkota sederhana dari anyaman akar pohon emas bertengger di kepala mereka. Tak mencolok, namun memancarkan wibawa sang penguasa hutan kuno.
Tiga kurcaci lain berjalan di belakang, lebih mungil dan jelas lebih muda. Formasi mereka rapi dan mata mereka bukan hitam melainkan hijau lumut berkilau. Saat berhenti di hadapan Kyra, kelimanya membungkuk serempak dengan tangan terkatup di dada.
Gerakan itu dalam, dan terukur.
Namun Kyra tak segera membalas. Ia bahkan masih tak yakin sikap hormat itu ditujukan untuk dirinya.
"Apa yang akan kalian lakukan dan apa tujuan kalian membawaku kemari?" Tanya Kyra.
..... Hening
"Ck. Apa mereka bisu?" gumam Kyra. Lalu matanya menangkap sosok kurcaci imut bermata hazel disamping wanita bermahkota. Kyra memiringkan kepala pelan.
'Bukankah dia ini kurcaci yang aku seret tadi malam?' Masih ada ikatan kain di lengan kanannya dan Kyra juga mengenali bentuk wajahnya yang seperti anak balia diumur empat tahun.
Seketika mata Kyra menyipit. Mungkin saja mereka ini ingin mengucapkan terima kasih karena dirinya telah menolong kurcaci kecil yang ternyata penting bagi mereka? Jika benar, berarti Kyra tak perlu susah payah mencari jalan keluar sebab merekalah yang seharusnya bertanggungjawab.
Dengan keyakinan tersebut, Kyra pun memutuskan untuk duduk bersila diatas tanah berumput. Bersamaan dengan itu, semua kurcaci bangkit dari posisi hormat dan menatap serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
