16. Penjaga Hutan Damar

46.6K 5.8K 99
                                        

Publish: 22-12-2020
Re-pubh: -- 11- 2021

_____________________ _ _

🌹🌹🌹

"Aku menulis dengan hati dan kadang hati juga butuh disapa. Jika cerita ini membuat kalian tinggal lebih lama ... tinggalkan jejak."

--- Author Ell

🌹🌹🌹
_ _ _______________________















***

Sedari tadi Kyra merasa ada yang janggal. Kenapa para kurcaci ini tidak bicara? Setelah jarak mereka cukup dekat Kyra akan mencoba untuk menanyakan.

Lalu tidak lama kemudian,

"Katakan apa tujuan kalian? Kenapa membawaku kemari?" Namun alih-alih menjawab pertanyaan Kyra, para kurcaci itu malah tiba-tiba bersujud serempak.

Kyra menoleh ke belakang hanya untuk memastikan kalau saja mereka sedang menyembah sesuatu di belakangnya, tapi kosong, hanya rumah kecil tempat ia terbangun tadi.  Saat Kyra kembali menatap kedepan, terdengarlah bunyi terompet yang sangat nyaring dan tajam entah dari mana asalnya.

Kyra langsung siaga. Mungkinkah itu sinyal atau aba-aba penyerangan?!

Namun pemikiran itu seketika lenyap tatkala muncul lima sosok kurcaci dari balik akar-akar pohon raksasa yang menjalin seperti gerbang purba dihadapan Kyra.

Dua di antaranya berjalan paling depan, yaitu sepasang pria tua dan wanita renta. Janggut putih sang pria menjuntai panjang, sementara rambut sang wanita seputih kabut pagi. Punggung mereka sedikit membungkuk namun langkahnya tenang dan pasti. Nampak mahkota sederhana dari anyaman akar pohon emas bertengger di kepala mereka memancarkan wibawa sang penguasa hutan kuno.

Tiga kurcaci lain berjalan di belakang, lebih mungil dan jelas lebih muda. Formasi mereka rapi dan mata mereka bukan hitam melainkan hijau lumut berkilau. Saat berhenti di hadapan Kyra, kelimanya membungkuk serempak dengan tangan terkatup di dada.

Gerakan itu begitu dalam dan terukur.

Namun Kyra tak segera membalas. Ia bahkan masih tak yakin sikap hormat itu ditujukan untuk dirinya.

"Apa yang akan kalian lakukan dan apa tujuan kalian membawaku kemari?" Tanya Kyra.

..... Hening

"Ck. Apa mereka bisu?" gumam Kyra. Lalu matanya menangkap sosok kurcaci imut bermata hazel disamping wanita bermahkota. Mata Kyra sedikit melebar.

'Bukankah dia ini kurcaci yang aku seret tadi malam?' pikir Kyra. Masih ada ikatan kain di lengan kanannya dan Kyra juga mengenali bentuk wajahnya yang seperti anak balia diumur empat tahun.

Seketika mata Kyra menyipit. Mungkin saja mereka ini ingin mengucapkan terima kasih karena dirinya telah menolong kurcaci kecil yang ternyata penting bagi mereka? Jika benar, berarti Kyra tak perlu susah payah mencari jalan keluar sebab merekalah yang seharusnya bertanggungjawab mengantar Kyra pulang.

Dengan keyakinan tersebut, Kyra pun memutuskan untuk duduk bersila diatas tanah berumput. Bersamaan dengan itu, semua kurcaci bangkit dari posisi hormat dan menatap serius.

Kurcaci berjenggot panjang yang Kyra duga sebagai raja, kini mengangkat sebelah tangannya. Di telapaknya tergenggam sebuah benda bulat seukuran bola kasti yang berwarna merah darah.

𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang