7-2-2021
Re-pubh: 02-05-2022
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Tawarkan aku sekali lagi sebagai tunangan, dan aku akan pastikan keluarga kalian tak lagi punya nama untuk diucapkan."
— Jenderal Kyra
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
"Tentu saja penting. Ini masalah pertunangan."
Sontak semua pangeran menoleh. Bahkan Pangeran Qiang dan Pangeran Jingrai yang biasanya tak peduli, kini tampak terusik. Kata 'pertunangan' meluncur terlalu santai, namun efeknya menohok dalam terlebih bagi pangeran Jingrai.
Ia melirik tajam ke arah Pangeran Mahkota dari Kerajaan Wei, penuh penolakan. Itu calon tunangannya? Pikir pangeran Jingrai dengan tatapan sinis. Sangat tidak cocok, terlalu lemah, terlalu kaku, dan terlalu ... biasa. Putri ketiga itu-gadis yang bahkan mampu menggetarkan aula hanya dengan sorot mata, menurut pangeran Jingrai hanya pantas disandingkan dengan seseorang yang berkuasa, berwibawa, dan tampan seperti dirinya. Lalu ia terdiam setelah pikiran bodoh itu terlintas begitu saja dikepalanya.
Kyra menatap Suchi dengan ekspresi datar. 'Tunggu sebentar, Suchi. Ada sedikit hambatan.'
'Baiklah Kyra,' kata Suchi mendongak, lalu Kyra menunjuk kursi kosong di dekat pintu keluar.
'Duduk disana,' titah Kyra dibalas anggukan oleh Suchi.
Para bangsawan hanya bisa menatap diam. Mereka bingung melihat interaksi aneh antara putri bercadar dan kurcaci, seolah mereka bisa saling berbicara dalam bahasa yang tak terdengar. Tak masuk akal, tapi nyata.
Suchi melangkah pelan ke kursi tersebut. Ia mencoba memanjat, tapi sia-sia. Kursi itu terlalu tinggi dan tangannya masih terluka akibat tombak berduri yang menghantamnya. Ia menatap Kyra dengan mata sendu.
'Kyra maaf merepotkanmu lagi, tapi bisakah kau menaikkanku keatas sini?' pinta Suchi tak enak hati.
Tanpa sepatah kata Kyra berjalan kearah Suchi dan mengangkatnya.
Tunggu dulu! Suchi tidak terlalu berat. Malahan dia sangat ringan tanpa beban. Tidak hanya Kyra yang terkejut, para pangeran Qiang yang sudah berpengalaman mengangkat kurcaci itu kini tercengang tidak menyangka.
"Hey! Tidakkah kau merasa berat ketika mengangkatnya?" Tanya pangeran Fang Bo dari belakang sana, setengah berteriak.
Kyra tak menggubris. Suchi yang mengetahui kebingungan Kyra pun langsung menjawab.
'Memang seperti inilah, Kyra, beban kami akan memberat jika kami sedang tidak sadarkan diri karena itu sebagai bentuk pertahanan diri.'
Barulah Kyra menyadari, pantas saja saat menariknya di hutan waktu itu tubuh Suchi seolah tertanam di tanah.
'Terima kasih Kyra,' ucap Suchi tulus lalu menatap punggung Kyra yang menjauhi dirinya.
Ruangan sempat senyap. Semua masih memproses interaksi langka itu hingga suara dingin Kyra memecah lamunan.
"Kalian ingin membahas masalah pertunangan?Maka katakanlah. Aku harap kalian sudah siap menerima jawabanku."
Kaisar Li Quan dan Kaisar Chen saling melirik penuh isyarat, sebelum Kaisar Chen akhirnya bersuara.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
