26. Tunjukkan Jati Dirimu

40K 4.8K 268
                                        

Tgl pubh: 9-1-2021
Re-pubh: 22-12-2021


_____________________ _ _

🌹🌹🌹

"Jika kalian musuh, maka bersiaplah. Karena aku bukan badai yang datang dan pergi. Aku adalah malam yang akan menetap dalam mimpi buruk kalian."

~ Kyra

🌹🌹🌹
_ _ _______________________










***

Tok tok tok!

"Tuan Putri, ada utusan dari istana. Ibu Suri memanggil anda."

Kyra menarik napas panjang sebelum kembali mengangkat wajah. Jejak air mata di pipinya telah ia seka, sementara raut dingin yang selama ini menjadi tamengnya perlahan kembali menutupi wajahnya.

Kyra berdiri, lalu melampirkan mantel hitam di bahunya.  "Aku segera datang," ucapnya tenang.

Namun, ketenangan itu hanya tampak dari luar. Saat satu nama melintas di benak Kyra, jemari tangannya mengepal tanpa sadar.

Li Quan.

'Kau beruntung, Kaisar bodoh, karena anakmu sendiri yang menyelamatkanmu dari maut.'



****

Kyra melangkah pelan menyusuri lorong-lorong panjang istana Qiang. Ia sudah memetakan jalur menuju Paviliun Mawar di dalam kepalanya. Tempat itu terletak di sisi barat istana, bersebelahan dengan perpustakaan megah yang jarang dikunjungi. Di samping Paviliun Mawar sendiri berdiri kediaman Selir Kedua, Annchi.

Tatapan hitam pekatnya terus menyapu setiap sudut istana yang dilewati.

Tapi ini aneh. Kenapa istana begitu sepi?

Dari ingatan Azkia, Kerajaan Qiang memiliki banyak pangeran dan satu putri lagi selain Lan Shi. Namun sejak menempati tubuh ini, Kyra hampir tak pernah melihat satu pun dari mereka.

Jadi ... kemana perginya mereka?

Pertanyaan itu tidak muncul karena rasa ingin tahu, Kyra hanya waspada. Sosok yang tak terlihat sering kali jauh lebih berbahaya daripada musuh yang berdiri tepat di depan mata.

Barangkali selama ini ia terlalu fokus melancarkan balas dendam hingga luput memperhatikan satu hal penting. Selain putri Kedua, masih ada empat pangeran yang hingga kini belum pernah muncul di hadapannya. Kyra belum mengetahui di pihak mana mereka berdiri atau apakah mereka akan menjadi ancaman atau tidak di kemudian hari.

Yang artinya, masih ada beberapa bidak yang belum ia petakan diatas papan catur ini.

Dan cepat atau lambat, semua bidak itu akan bergerak. Yang perlu Kyra lakukan hanyalah memastikan bahwa ia telah mengenali mereka sebelum langkah pertama itu diambil.

Berbelok ke kanan, lalu ke kiri, Kyra melangkah memasuki pintu berdaun dua yang mengarah pada lorong terdalam.

Lorong-lorong istana Qiang berliku bagai labirin. Seseorang yang tak mengenal seluk-beluknya pasti akan tersesat. Namun bagi Kyra, ini bukan masalah.

𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang