Tgl pubh: 9-1-2021
Re-pubh: 22-12-2021
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Jika kalian musuh, maka bersiaplah. Karena aku bukan badai yang datang dan pergi. Aku adalah malam yang akan menetap dalam mimpi buruk kalian."
_Jenderal Kyra_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
Tok tok tok
"Tuan Putri, ada utusan dari istana. Ibu Suri memanggil anda."
Kyra menarik napas perlahan. Air mata yang sempat jatuh telah ia hapus tanpa bekas.
Ia berdiri, lalu melampirkan mantel hitam di bahunya. "Aku segera datang."
Namun, di balik ketenangan itu, badai tengah berputar. Satu nama melintas dalam benaknya.
Li Quan.
'Kau beruntung, Kaisar bodoh, karena anakmu sendiri yang menyelamatkanmu dari maut.'
****
****
Kyra melangkah pelan menyusuri lorong-lorong panjang istana Qiang. Ia sudah memetakan jalur menuju Paviliun Mawar di dalam kepalanya. Tempat itu terletak di sisi barat istana, bersebelahan dengan perpustakaan megah yang jarang dikunjungi. Di samping Paviliun Mawar sendiri berdiri kediaman Selir Kedua, Annchi.
Bagi Kyra, kerajaan ini terasa begitu hambar. Lazimnya, sebuah istana dipenuhi canda tawa para pangeran kecil, anak-anak yang berlarian riuh, dan permaisuri yang bersolek di taman. Namun di istana ini kosong, seperti tidak ada kehidupan, suasananya nyaris membeku.
Di mana para pangeran? pikir Kyra. Menurut keterangan Mingmei, kerajaan Qiang memiliki banyak pangeran namun sedikit putri. Tapi sejauh ini, hanya bayang-bayang kekuasaan dan intrik yang terasa tanpa sosok pangeran yang tampak di permukaan.
Barangkali selama ini ia terlalu fokus melancarkan balas dendam hingga luput memperhatikan detail penting lain. Jika ia ingin tetap unggul maka mulai sekarang ia harus lebih peka lagi, lebih siaga.
"Kenali sekitarmu, maka kau akan tahu siapa kawan, siapa lawan." Petuah lama yang selama ini menjadi pegangan hidup Kyra. Ia hidup di tanah asing, di mana wajah yang tampak ramah bisa saja menyembunyikan belati di balik senyum. Karena itu, kepercayaan adalah kemewahan yang tak mudah ia berikan.
Berbelok ke kanan, lalu ke kiri, Kyra melangkah melewati pintu berdaun dua yang mengarah pada lorong dalam. Lorong-lorong istana Qiang berliku bagai labirin. Seseorang yang tak mengenal seluk-beluknya pasti akan tersesat. Namun bagi Kyra, ini bukan masalah. Ia hafal jalurnya.
Langkahnya mantap melintasi lorong. Para prajurit bertombak besi yang berjaga di sepanjang tembok seketika bersujud serempak ketika menyadari siapa yang datang—gadis bercadar itu adalah Putri Ketiga. Kyra melangkah melewati mereka bagaikan bayang-bayang kematian. Nampaknya mereka mulai tahu harus bersikap seperti apa di hadapan Kyra.
Beberapa pelayan yang kebetulan melintas segera menundukkan kepala. Ada pula yang langsung bersujud dengan tubuh gemetar. Ketakutan mereka tercium begitu jelas. Dan bagi Kyra, rasa takut adalah senjata halus yang jauh lebih efektif daripada ribuan pedang.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
