Pubh: 2-2-2021
Re-pubh: 02-05-2022
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Aku pemburu. Tapi belakangan ini, ada momen di mana aku merasa diburu balik. Entah siapa yang cukup berani untuk menatapku dari balik bayang ... dan cukup bodoh untuk tidak bersembunyi lebih dalam."
— Jenderal Kyra
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
****
Pangeran Zhang masih terpaku, ia bingung, bukan karena pertanyaan Kyra melainkan terhadap situasi yang terjadi diruangan ini. Tidak ada yang mengatakan gadis asing ini tamu undangan, mereka jelas menyebutnya putri Azkia. Tapi pangeran Zhang ... Ia bahkan tidak mengenali siapa gadis yang berdiri dihadapannya ini.
"Untuk yang kedua kalinya aku bertanya, apa yang akan kau lakukan padanya?" Suara Kyra terdengar datar.
Tidak ada jawaban.
Sekejap, amarah Kyra meledak. Aura membunuhnya menggulung seisi ruangan dalam tekanan tak kasat mata. Suasana mendadak menegang. Beberapa tamu bahkan spontan menahan napas, merasakan hawa dingin menyelimuti kulit.
GREP!
"Waa!" seru Pangeran Yujing panik, mundur tergesa dari sisi Pangeran Mahkota Zhang.
Semua mata membelalak saat Kyra mencengkeram kerah hanfu Pangeran Mahkota dengan kasar. Gerakan cepat dan mendadak itu membuat para kesatria segera mengepung Kyra sambil mengacungkan pedang.
Namun, satu anggukan kecil dari Pangeran Mahkota Zhang menghentikan mereka. Isyarat itu tegas: "Selagi tidak mengancam nyawa, jangan bertindak sebelum aku perintah."
Para kesatria pun mundur perlahan, tapi tetap waspada.
"Jangan panik," desis Pangeran Fang Zi menenangkan para pejabat yang tampak gelisah, bahkan ada yang berniat kabur dari ruangan. "Biarkan kami yang mengurus ini."
"Hanya seorang gadis, kami bisa mengatasinya," kata pangeran Fang Bo berwajah serius.
Kyra mendecih lalu matanya beralih menatap pangeran Mahkota tajam, kepalan tangan dikerah hanfu semakin menguat. Jarak wajahnya dengan wajah pangeran Mahkota Zhang sekarang hanya beberapa senti saja.
"Mahkluk kecil ini, apa yang akan kau lakukan padanya?" desis Kyra. Ia harap pemuda didepannya ini melontarkan jawaban yang tepat agar Kyra bisa sedikit berbaik hati.
"Apa yang akan kulakukan padanya?" Pangeran Mahkota Zhang menarik sudut bibirnya keatas. "Tentu saja menjual dan menjadikannya budak—"
BUGH!
Tinju Kyra menghantam rahang Pangeran Mahkota dengan kecepatan diluar nalar. Terdengar suara benturan keras, lalu tubuh pangeran melayang dan jatuh menghantam lantai keras beberapa meter dari tempatnya semula.
"PANGERAN!! GEGE!!!" Semua orang sontak berdiri dan berteriak panik.
"Aghh ... sial ..." Pangeran Mahkota memegangi rahangnya, meringis menahan nyeri. Setengah syok, ia mengelap darah yang menetes dari sudut bibirnya. Apa-apaan itu?! Tinju gadis itu terlihat santai, tapi daya hantamnya seperti pukulan palu raksasa. Pangeran Mahkota Zhang bisa terpental sangat jauh sampai didepan pintu aula.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasíaDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
