Bagian 56|| Tersudut

280 28 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.

Shinta terkejut memandangi toko yang tengah di tutup oleh dua orang berbadan besar, begitupula Mian dan Dio yang hanya bisa terdiam dan bingung harus melakukan apa.

"Maaf, bisa anda tanda tangani surat pengalihan ini?" tanya lelaki berjaket hitam

Shinta tak bisa berkata apapun, tangannya lemas dan pikirannya begitu kacau, beberapa detik kemudian tubuhnya terhuyung dengan panik Mian dan Dio menangkap tubuh Shinta.

"Ibu bu," panggil Mian dengan panik

Shinta yang merasa tubuhnya lemas itu berusaha berdiri dan memandang surat yang diberikan oleh lelaki itu, "kenapa tiba-tiba? Dan kenapa Pak Arkan membatalkan janji sepihak? Padahal dalam perjanjian toko kami buka selama dua tahun?"

"Tentu saja karena kejadian kemarin, pelayan anda tidak bekerja dengan baik jadi banyak pelanggan yang komplain, ini menyebabkan citra pendiri toko menjadi tidak baik!"

"Satu lagi, kalian tidak dapat menarik hati pengunjung, toko anda tidak dapat memberi pemasukan!" lanjut lelaki berjas hitam

"Tapi saya selalu transfer tepat waktu!" ujar Shinta

"Pendapatan toko ini tidak mencapai tiga puluh persen pendapatan yang seharusnya, silahkan tanda tangan Bu, saya rasa penjelasan saya sudah cukup!"

Mian terus saja mengelus pundak majikannya, ia memenangkan Shinta yang lemas dan tidak bersemangat bahkan bibirnya saja pucat hari ini.

Dengan sangat pelan tapi pasti, akhirnya Shinta menandatangani surat pembatalan kontrak.

"Terima kasih, kalau begitu kami permisi!"

Shinta terduduk dengan lemas, bagaimana nasib keluarganya setelah ini? Meskipun iya benar dirinya akan menikah dengan Ahdi tapi apakah pantas jika dirinya hanya mengandalkan uang Ahdi, bahkan hutang dari bank saja belum ia bayar.

"Ibu yang sabar ya," ujar Mian menenangkan

"Ibu, sudah saya kasih tahu tidak percaya!" ujar Dio dengan datar

Secara refleks Mian mengeplak bahu Dio, situasinya tidak pas untuk menghakimi Shinta saat ini, dasar manusia es

"Maafin saya ya, karena tidak mengikuti saran kalian dan kalian juga jadi korban disini!" ujar Shinta

"Nggak pa-pa Bu, saya yang berterimakasih karena Ibu selalu bantu saya sama Dio selama ini!"

"Makasih Ibu, selalu bantuin saya beliin makan siang, bahkan saya hampir setiap hari makan dibeliin ibu!" ujar Dio

Shinta tersenyum memandangi kedua karyawannya yang selalu menemani ia dari awal membangun toko, susah senang mereka selalu bersama ini membuat Shinta sedih karena akhirnya seperti ini.

Shinta mengeluarkan dua amplop dari dalam tasnya, ia memberikannya kepada kedua karyawannya.

"Bu, ibu kan abis kena tipu kenapa kita dikasih pesangon Bu? Kita udah terima gaji bulan ini!"

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang