Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Nano? Katanya kita mau ke ultah Bunda kamu? Aku udah pake dress ni,
Kenapa pake dress?
Iyalah, acaranya resmi kan?
ebih baik kamu pakai pakaian yang tertutup, kalo perlu pake hijab
Lah kok?
Tak ada balasan dari Alano, Avisha pun mengirimkan pesan sekali lagi
Nano? Kamu udah beli bunga Lily?
Udah nih
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamusiap-siap, aku jemput sekarang
Oke, cepetan ya
Avisha tampak mengerutkan dahinya sambil menatap layar ponsel yang menampakkan isi chat dengan Alano.
Pakai hijab? Apa mungkin? Ah fikiran Avisha mulai menduga-duga, ia harap jika dugaannya salah, mungkin saja Bundanya Alano menyukai perempuan yang berpakaian tertutup, kali ini Avisha membalut tubuhnya menggunakan kaos putih lengan panjang dan jeans hitam serta membiarkan rambut panjangnya tergerai.
Hari sabtu seperti ini biasanya Avisha akan main ke rumah Bisma untuk berlatih basket bersama dan menghabiskan beberapa cemilan pribadi milik Bisma, namun kali ini ia akan pergi bersama Alano dan melewati sabtu tanpa Bisma.
Alano telah sampai didepan gerbang rumah Avisha, ia mengirim pesan jika ia sudah didepan, entah kenapa Alano tidak merasa nyaman jika harus mengetuk pintu sang pemilik rumah, ia hanya duduk manis di kursi kemudi dan menunggu kehadiran Avisha.
Kini Avisha membuka pintu mobil dengan senyum merekah di bibirnya, sepertinya hari ini ia berdandan, bibirnya tampak merah meski tak terlalu menyala dan wajahnya bersih teroles bedak, meski yang kini Avisha gunakan adalah bedak bayi.
Alano membalas senyum Avisha, ia mulai melajukan mobilnya tanpa mengatakan sepatah katapun untuk Avisha yang baru saja masuk ke mobil, sikapnya yang akhir-akhir ini manis pada Avisha membuat hati remaja itu menghangat dengan tatapan imut dan wajah tampannya, namun selama perjalanan mimik wajah Alano datar membuat Avisha berfikir apakah dia tak nyaman bersamanya? Ataukah penampilannya salah?
"Alano? Disini daerah rumah kamu?" Akhirnya Avisha membuka mulut dan memecah keheningan
Alano hanya menggeleng, ia masih serius dengan laju kendaraannya yang kini membuat Avisha terkejut Alano berbelok kearah Pemakaman Elit di kawasan jauh dari tempat tinggal Alano.