Bagian 40|| Flashback Stories

349 29 2
                                        

🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹

Avisha menghirup udara segar pagi ini, biasanya ia akan menuju rumah Bisma dan bermain basket disana, ralat lebih tepatnya menghabiskan snack Bisma, basket hanya pemanis.

Shinta keluar dari halaman rumahnya bersama motor maticnya, lalu ia berhenti di samping putrinya yang tengah berdiri, "Mau ikut ke toko, nggak?"

Avisha mengerucutkan bibirnya, "eummm nggak ah, males!"

"Kamu kapan nggak malesnya!" cibir Shinta, Avisha hanya membalasnya dengan kekehan

"Mau pergi kemana kamu hari ini?" tanya Shinta

"Eummm, nggak tau. Tapi nanti aku coba hubungin Nano dia mau nggak jalan hari ini!"

"Mau pacaran kamu? Inget jangan kelewatan!"

"Iya mah, iya!" tenang Avisha

"Yaudah mamah pergi dulu ke toko, kamu baik-baik dirumah!"

"Iya, Mah!"

Avisha menyalami telapak tangan Mamanya, setelah itu ia menyaksikan mamanya berangkat.

Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya, tak usah basa-basi kini Avisha mencari nama My Crush dan langsung menelfonnya.

Lama, hampir tiga kali panggilan Alano tak menjawabnya, "Oke ini yang terakhir, awas aja kalo nggak dia angkat!" gumam Avisha, lalu ia kembali memanggil nomor tersebut

"Hallo?"

Avisha menarik nafas lega, diangkat juga ternyata

"Nano! Kamu sibuk nggak hari ini?"

"Eumm, emang kenapa, Sa?"

"Kamu sibuk yah?"

"Iya sedikit!"

"Aku mau jalan, ke mall atau ke wisata romantis sama kamu!" ujar Avisha sembari memainkan kukunya

"Eee tapi nggak bisa sekarang!" ucap Alano, "Avisha, kamu nggak pa-pa kan?"

"Emangnya kamu sibuk apa si?"

"Aku sib-"

Tutt tutt

Panggilan terputus, dan saat Avisha menghubungi kembali nomor Alano malah tidak aktif, ada apa sebenarnya?

Avisha mencoba untuk tenang, oke tidak apa mungkin bukan hari ini masa berliburnya, mungkin rebahan akan menjadi destinasi Avisha hari ini.

Suara motor dan klaksonnya itu membuat telinga Avisha hampir pecah, kenapa boleh seorang preman masuk ke dalam perumahan ini, begitulah pikir Avisha.

Namun saat tubuhnya berbalik, ia mendapati Revan tengah bertengger dengan kuda besinya disana, jadi preman itu? Revan.

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang