Bagian 17|| Mimpi Buruk?

716 53 0
                                        

IndahArkiani

IndahArkiani

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Precious🌌

1 komentar

Revn_Aldelardo tukang malak

🦄🦄🦄

Now playying

Love Road_Min Chae (ost. Legend of the Blue Sea)

🦄🦄🦄

Suara dentingan garpu dan sendok bergantian sesuai seseorang yang menggerakkannya, kini Doni meneguk air putih yang tinggal setengah, "Indah? Kamu mau lanjut S2 dimana?"

Indah tampak menatap keatas atap, ia tampak berfikir, "di amrik lagi ya Pah? Boleh kan?"

"Boleh, lalukan aja apa yang kamu suka Papah pasti dukung kok," ucap Doni, "oh ya? Kamu mau pindah apart? Katanya kamu sering hampir telat gara-gara terlalu jauh?"

"Iya sih Pah, tapi gimana lagi aku udah nyaman disitu, papah kan tau kalo aku sulit beradaptasi di tempat baru."

"Susah beradaptasi apa susah jauh dari Dimas?" ledek Rani

"Ihh Mama apaan si, bukaan." Indah mengelak

Namun elakkannya sukses membuat orang tuanya terkekeh, anaknya itu sudah lama menjalin hubungan dengan Dimas, sejak SMA mereka bersama bahkan Dimas rela kuliah di Amerika hanya untuk dekat dengan Indah, meski memang Dimas pintar dan tak kalah pintar dari Indah.

"Kamu nggak ada niatan buat tunangan sama Dimas Ndah?" tanya Papanya

"Nggak Pah, dia masih fokus kuliah aku juga, kita sama-sama fokus ke masa depan yang lebih baik." jelasnya

"Pinter banget anak Papah," ucap Doni sembari membelai surai rambut anak gadisnya

Indah tersenyum seusai dipuji sang Papah.

"Kamu yakin nih? Nggak mau tunangan dulu? Nggak takut gitu Dimas kepincut cewe lain." Rani kembali mempertanyakan perihal pertunangan

"Ih Mama, disana nggak ada yang cantiknya melebihi aku." Indah mengumpat wajahnya sedikit tertunduk sambil mengulum senyum, "cuma aku yang paling cantik."

"Yaah liat anak kita Pah, nggak kakak nggak adek slalu muji dirinya cantik lah ganteng lah, sifat kalian tuh persis kaya Papah waktu masih muda PD nya melebihi seratus persen." ujar mamanya membuat Indah dan Doni terkekeh.

Mereka memang keluarga yang harmonis dan penuh akan canda tawa, bahkan setiap kali ada masalah dari Indah maupun Revan mereka akan bercerita kepada keluarganya, maka setelah itu hati mereka kembali tenang.

"Bisa aja si Mamah," ucap Indah

Namun disela mereka terkekeh tiba-tiba bel rumah berbunyi berkali-kali tanpa henti, sungguh tamu yang tak sopan.

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang