Bagian 48|| Masalah

294 27 5
                                        

Avisha telah duduk di kursinya, ia menunggu sahabat sekaligus teman sebangkunya datang pagi ini, Avisha sangat rindu Anya, sungguh.

Bibir Avisha melengkung sempurna melihat seseorang datang dari ambang pintu, benar dia Anya, namun beberapa detik setelah itu Ariala ada di belakangnya, ia datang bersama Ariala, seketika itu lengkungan bibirnya memudar.

Anya tampak membawa paper bag besar dan melangkah ke arahnya, "Apisuuut!" ujar Anya penuh semangat lalu memeluk tubuh Avisha yang masih terduduk

"E eh, jangan lebay deh!"

Anya melepaskan pelukannya, lalu tersenyum canggung, "nih buat lo!" ujarnya sembari menyerahkan dua paper bag besar

"Apaan nih?" tanya Avisha sembari menerima paper bag

Seketika itu mata Avisha berbinar melihat blazer impiannya, tapi tunggu kenapa Anya benar-benar membelikannya barang mahal?

"Nya! I ini buat gue?" tanya Avisha tak percaya

"Katanya mau oleh-oleh mahal, yaudah gue beliin itu!"

"Aaa!" Avisha memeluk tubuh Anya, dan beberapa siswa lainnya merasa iri dengan Avisha bagaimana bisa ia mendapatkan barang branded secara cuma-cuma.

"Eh sini duduk!" pinta Avisha dan dengan segera Anya duduk di sebelahnya

"Eh nggak bisa! Anya duduk sama aku!" elak Ariala, benar dari tadi ia berdiri menyaksikan mereka berdua

"Apaan sih, dari dulu kan gue duduk disini!" ujar Anya

Avisha jadi ingat pesan yang Ariala kirim kemarin, sampai-sampai dia tak berani menatap mata Ariala, yah bisa dibilang mereka sedang perang diam.

"Tapi kamu udah bilang katanya mau duduk sama aku!"

"Heh!" peringat Anya ia tampak menatap Ariala penuh frustasi, "itu cuma di depan papa!" bisik Anya kepada Ariala, bahkan Avisha tidak mendengar suara Anya

"Oh gitu, yaudah kao gitu ak-"

"Apaan sih Ril, Anya sama Avisha kan emang udah sebangku dari dulu bahkan dari SMP, kenapa lo ngatur-ngatur dah!" ujar Nuri, salah satu siswi yang tak suka dengan Ariala

"Iya Ril, lagian tuh Rega nggak berangkat duduk aja lo sama Bara cowok lo!" ujar Somi dengan nada sinis, "cewek manja."

Ariala tampak kalah dengan ucapan mereka, dia memang sudah di benci satu kelas semenjak kasus foto dirinya dengan Reno saat itu, dan entah kenapa sampai sekarang satu kelas masih membencinya, apalagi Somi perempuan yang mengagumi Bara sejak dulu.

Avisha hanya menghela nafas lega, akhirnya apa yang ia bayangkan tidak terjadi. Yah benar, dia membayangkan akan adu mulut dengan Ariala hari ini, karena jujur melihat wajahnya saja Avisha sudah naik darah.

Ternyata ini sisi buruk Ariala, benar banyak orang membenci dan menjauhinya karena memang akan selalu ada maslah yang muncul, andai saja Avisha tidak, heh! Apa-apaan kamu Avisha kamu membantunya dengan ikhlas bukan? Sudah-sudah jangan dibahas.

Avisha sangat senang hari ini, Anya benar-benar mengembalikan moodnya yang rusak, ia jadi lebih banyak tertawa hari ini.

Anya menunjukkan beberapa foto di Jepang, makanan khas Jepang, pakaian adat, dan yang pasti wisata disana.

Anya juga mengomel saat mengetahui namanya di kontak Avisha diganti dengan sebutan 'Anya Bolo-bolo'. Avisha mengatakan jika ia merindukan Anya jadi ia mengubahnya lalu mereka kembali tertawa karena alasan itu sangat tidak logis menurut Anya.

Dari kejauhan Ariala bisa melihat betapa bahagianya mereka, sedangkan dirinya? Dirinya sama sekali belum pernah memiliki sahabat seperti Anya, Ariala rasa Avisha tak pantas menjadi sahabat Anya, dirinyalah yang lebih pantas.

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang