Bagian 28|| Alano memilih Rara

587 43 5
                                        

🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹

Pulang cepat adalah ciri khas sekolah ketika sedang UAS, Avisha mengirimkan beberapa pesan kepada Alano namun tak kunjung di balas, ia mencebikkan bibirnya tak suka.

Melirik Anya yang tengah membaca buku, dia memang rajin, bahkan terlalu rajin waktunya pulang saja ia masih sempat-sempatnya belajar, Avisha yakin yang akan mendapatkan peringkat satu pasti Anya, atau mungin Ariala? Ah memang susah menyingkirkan posisi mereka.

"Nya!" panggil Avisha

Anya mengangkat kedua alisnya sebagai jawaban, Avisha benar-benar merasa kesal sendiri tanggung-tanggung menemaninya mengunggu Alano tapi kenapa ini merasa sendiri ya?

"Nya! Liat gue!" seru Avisha sekali lagi

"Apasi? Gue lagi belajar nih!"

"Belajar kan bisa di rumah! Dengerin gue dulu!"

"Hih lo sendiri yang nyuruh buat gue belajar!" jawab Anya tak acuh

"Kapan?"

"Waktu itu! Waktu gue baca novel!"

Avisha menggaruk pelipisnya yang tak gatal, benar sih tapi kan? Itu hanya sebuah pembicaraan untuk mengganggunya.

"Nya! Tapi kenapa ya Alano nggak bales chat gue?"

Anya menepis buku yang sedari tadi ia baca, sepertinya temannya ini memang harus benar-benar di ceramahi.

"Dia kan anak rajin, kali aja dia masih belajar!"

"Ini udah waktunya pulang loh, masa sih belajar?" tanya Avisha ragu-ragu

"Ya mana gue tau, dia kan cowok lo!" ucap Anya sembari mengedikkan bahunya. "Gimana UAS hari pertama Sa?"

"Susah si, tapi gue pasti bisa!" ujar Avisha antusias

Saat mereka tengah asyik berbincang, bangku taman sebelah mereka ada yang menempati lalu membicarakan sesuatu yang bisa dibilang keras.

"Gue kasian si sama ade kelas itu, ternyata nggak cuma kayak bocil dia punya trauma juga ya!" ujar, perempuan berambut pendek yang tergerai

"Iya, pantesan dia jarang main sama temen-temen, ya kecuali sama ceweknya!" jawab teman lawan bicaranya, rambutnya terikat

"Eh tapi tadi ade kelas yang peluk Alano siapa ya? Kayanya lebih cocok dia sama Alano deh umurnya nggak jauh beda, ya masih mending lah nggak kaya cewenya yang kelas sebelas itu!"

Avisha bisa mendengar ucapan mereka, bahkan Anya ikut mendengarkan karena sungguh mereka berbincang sangat keras, tidak tahu adab berghibah itu anak.

Avisha mengepalkan tangannya tak terima, untuk yang ke berapa ia jadi bahan gunjingan? Bahkan kini ia mendengarnya sendiri? Tapi kenapa Alano? Kenapa semua orang jadi tahu kalau di memiliki trauma?

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang