Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Lean on you- Jung Yup (ost. Legend of the Blue Sea)
ost. Avisha Ilyana juga wkwkwk😂
Revn_Aldelardo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
This when getting Along:v
5 komentar
Rdf_Bisma cantik sekali kakaknya si Epan wkwk
IndahArkiani @Rdf_Bisma o iya dong, pasti itu!
Avishaa_ aku nggak di ajak:'(
Revn_Aldelardo @Avishaa_ Lo nya nggak mau kali
Avishaa_ @Revn_Aldelardo hehehe
🦄🦄🦄
Rumah yang asri dan menenangkan, mewah namun tak ada seorangpun yang menghuni rumah itu, hanya ada seorang penjaga kepercayaan nenek dari Alano yang merawat rumah tersebut.
Semuanya merasa lelah, mungkin hanya beberapa jam perjalanan tapi kini mereka semua terbaring di atas sofa ruang tamu. Alano sibuk mengelilingi setiap rumah yang tampak klasik itu, ia mulai menenteng tas besar miliknya.
Alano menaiki tangga menuju lantai atas namun langkahnya terhenti saat terdengar suara pecahan vas bunga di atas meja ruang tamu, semua yang terbaring pun kini mengubah posisinya menjadi duduk, dan menatap heran lelaki yang memecahkan vas tersebut.
"Sorry nyawa gue belum ngumpul." Revan, suara itu terlontar dari mulutnya dengan santainya ia menatap vas minimalis yang pecah tanpa rasa salah sedikitpun.
"Lo tuh bener-bener nggak sopan ya?!" suara dengan nada tinggi itu terlontar dari mulut Avisha.
Yang lain hanya diam, kini manik mata mereka tertuju pada Alano, mereka semua tahu vas itu sangatlah mahal apalagi Syila ia tahu betul berapa harga vas klasik tersebut di rumahnya pun ia punya.
Alano melangkah mendekat kearah mereka lalu diambilnya bunga yang tergeletak akibat tak ada lagi wadah yang menampungnya. Alano menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia menatap manik mata Avisha, "nggak masalah nanti ini di beresin sama pak Diro."
Alano berlalu sambil menggenggam bunga di tangannya, ia mulai melangkah menuju lantai atas, dan yang lain? Mereka tampak saling bertatap bingung bagaimana Alano bisa sesantai itu? Apakah ia tak tahu berapa harga dari vas klasik tersebut?
***
Kini waktu telah menunjukkan pukul delapan malam mereka asyik melakukan kegiatannya masing-masing, dari mulai Syila yang sibuk membereskan kamar yang akan di tempati dirinya serta Avisha dan Anya.