Satu hari menjelang seminggu berakhir, sekolah SMA NUSA BANGSA selaku tempat pelaksana lomba antar sekolah mengumumkan pemenang lomba kategori olahraga, sedangkan pembagian pemenang lomba kategori akademik sudah di bagi dari hari sebelumnya.
Terlihat senyum yang merekah di wajah setiap tim basket yang memenangkan perlombaan, sudah di pastikan itu karena hadiahnya yang fantastis serta mendapat apresiasi dari semua kerabat dan guru, meski acara ini dilaksanakan untuk memeriahkan kenaikan dan kelulusan murid saja.
Dua perempuan cantik itu tengah menatap kerumunan siswa-siswi dari samping lapangan, "Sa!"
Avisha hanya bergumam, menanggapi panggilan Anya.
Anya menatap horor temannya itu, "lo kan ikut lomba, lo nggak ikut naik ke atas panggung? Tim kita juara dua loh."
"Nggak ah panas," jawab Avisha dengan entengnya
"Sejak kapan lo takut panas?" tanya Anya
"Sejak kenal skincare, takut gosong gue!"
"Lo pake skincare?" tanya Anya dengan ekspresi terkejut
Avisha mengulum senyum, lalu ia terbahak dengan lantang. Anya jadi ngeri sendiri kenapa dia?
"Ya enggak lah, gue kan ikut-ikutan lo, kalo lo pake skincare gue pake, dan kalo lo nggak pake gue juga nggak pake!" jawab Avisha
"Kenapa dah?"
"Biar kita glow up bareng, kyaaaa!" canda Avisha sukses membuat Anya tertawa, dan akhirnya mereka tertawa lepas bersama.
Anya mengeplak bahu Avisha sembari terkekeh, "sa ae luh!"
"Assalamualaikum," seru seseorang dengan suara lirih
Seketika mereka berhenti tertawa dan menatap seseorang yang baru saja datang.
"Eh Mames! Selamat ya tim cowok menang juara satu," ujar Avisha
"Di jawab dulu salam nya ya mbak cantik!" jawab Bisma
"Waalaikumsalam!" ujar Anya dan Avisha bersamaan
"Kenapa Mes?" tanya Avisha
"Gue mau kasih tau sesuatu, penting!"
"Yaudah cepetan ngomong!" jawab Avisha
"Nggak disini, kalian bisa ikut gue ke ruang OSIS?"
"Ha?" Anya membuka mulutnya secara refleks, lalu ia tersadar dan meminta maaf
"Ayok, penting nih!"
"Oke oke!" jawab Avisha
Kini Avisha dan Anya berjalan mengikuti langkah Bisma dari belakang, menuju ruang OSIS.
Kini mereka telah sampai di depan ruangan, Bisma membuka pintu lalu mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.
Begitu terkejutnya mereka menyaksikan ruang OSIS yang penuh, meski hanya sebagian anggota OSIS plis ini sangat banyak, bahkan Avisha merasa tak nyaman berada di dalam ruangan ini.
Namun ada yang lebih mengejutkan lagi. Reno, Ariala, dan Pak Suhendro pun ada di sini.
"Silahkan duduk," ujar salah satu perempuan anggota OSIS entah siapa Avisha tak mengenalnya.
Mereka duduk tepat di samping Pak Suhendro, dan anggota OSIS lainnya masih menunggu pembicaraan ini di mulai.
"Selamat pagi semuanya," ujar Pak Suhendro, mengucapkannya tanpa pengeras suara
"Pagi, Pak!" jawab seisi ruangan
"Sebelum saya mulai pembicaraan ini saya yakin kalian semua pasti sudah tahu tentang hal ini, tapi saya mohon jangan sebar berita ini, karena sekolah sedang kedatangan tamu dan akan merusak nama baik sekolah kita, saya akan memberikan keputusan mengenai mengenai hal yang hanya di ketahui anggota OSIS saja!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Persahabatan [END]
Teen FictionKenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan. Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
![Persahabatan [END]](https://img.wattpad.com/cover/223159335-64-k863735.jpg)