Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Dikto fokus memandangi monitor komputer yang ada di hadapannya, ia mengerutkan dahinya, "Kenapa jumlah pemasukan menurun," gumamnya
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka membuat atensi Dikto mengarah ke seseorang yang baru saja masuk.
Seseorang itu menghentikan langkahnya, ia terkejut kenapa Ayahnya harus datang sekarang? Apalagi kini ia sedang membuka komputer miliknya.
"Dari mana kamu?" tanya Dikto
Seseorang itu gelagapan, ia yakin ayahnya pasti sudah tahu jika ia sering mensponsori lomba basket, karena itu memang hobinya, tapi sayang Dikto tak suka anaknya berbuat seperti itu.
"Jawab Ihza!" bentak Dikto
"Maaf!" lirihnya sembari menundukkan kepala
Dikto melangkah ke posisi anaknya berdiri, lalu ia menyerahkan satu amplop coklat yang ia simpan dari dalam tasnya.
"Apa ini, Pah?"
Dikto hanya tersenyum, "perbaiki cara berbisnis kamu, kali ini kamu Papah maafkan!"
Ihza hanya menunduk, tak berani menatap mata Ayahnya.
Dikto menepuk bahu anaknya, "tetap jadi anak yang penurut, jangan pernah katakan tidak di depan Papah mu!" ucapnya setelah itu ia pergi meninggalkan Ihza disana.
Ihza hanya menatap Ayahnya melangkah, setelah itu atensinya berubah ke amplop coklat yang ada di genggamannya, ia mulai membuka amplop tersebut dan yang ia lihat dari lembar pertama adalah foto sebuah gedung perusahaan 'AgB group'
Ihza mengerutkan dahinya, memangnya ada yang salah dengan gedung ini? Namun ketika membuka lembaran berikutnya terdapat foto seseorang yang Ihza kenal membuatnya melotot tak percaya.
Ihza terus berpikir, apa hubungannya dengan perusahaan AgB group? Namun sepertinya ia bisa tanyakan ini ketika sampai di rumah.
Ihza terus membuka lembaran berikutnya, banyak sekali foto seseorang yang ia kenali, lalu apa hubungannya? Tangan Ihza gemetar, dari semua orang yang ada di foto ini adalah orang yang ia sayangi. Tapi kenapa di otaknya berputar jika Ayahnya akan melakukan tindakan yang macam-macam.