Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
When Night Falls_Eddy Kim (ost. While you WereSleeping
🦄🦄🦄
Revn_Aldelardo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gud luking ngga nih?
4 komentar
Indah_Arkiani balik woi, betah amat di kota orang
Revn_Aldelardo@Indah_Arkiani halah bilang aja lo kangen kan? dua hari ngga liat muka gue yang rupawan ini
Indah_Arkiani@Revn_Aldelardo dih najis
Rdf_Bisma galau Pan?
🦄🦄🦄
Makan malam siap saji sudah tertata rapih di meja makan, seperti biasa Alano kembali memesan untuk mereka.
Tak ada pembicaraan sedikitpun mereka fokus menyantap makanannya masing-masing, tapi tidak dengan Avisha dan Alano mereka terus saling menatap dan melempar senyum, saling berbagi makanan atau saling bertukar lauk.
Semua menatap heran kearah mereka berdua, kenapa mereka begitu bahagia? Sangat dekat?
"Yahh, bener kan dugaan gue!" seru Bisma diiringi tangan kanannya yang memukul keras meja makan.
Semua orang terkejut, tak terkecuali Alano yang tersedak karena ia begitu terkejut dengan pukulan yang sangat keras, hingga kini Avisha menuangkan air putih secepat kilat dan memberikannya pada Alano.
"Apaan si, Mes? Bikin orang jantungan aja!" cetus Revan yang sedari tadi wajahnya tertekuk
"Kenapa Bis? Apanya yang bener?" tanya Syila
Sedangkan Anya hanya mengerutkan dahinya sambil menatap Bisma dengan tatapan bingung.
"Alano? Lo nembak Apisa?" tanya Bisma sambil menatap Alano, kini tatapannya beralih ke Avisha tanpa menunggu jawaban Alano, "Apisa? Lo terima Alano?"
Avisha hanya mengulum senyum tanpa menatap Bisma, Alanopun sama, ia mengalihkan pandangannya dan menyembunyikan senyum agar tak ketahuan semua orang yang menatapnya.
"Nah! Dari cara kalian malu-malu itu udah termasuk jawaban," ucap Bisma yang kini memasukkan sesendok makanan ke mulutnya, "kalian jadian, jadi malam ini menurut gue makanannya kurang."
"Bener, Sa lo jadian?" tanya Anya sembari menatap Avisha
Avisha berhasil mengumpulkan keberaniannya dan mengangguk sebagai jawaban iya atas pertanyaan Anya.
"Nah loh, itu tu!" ucap Bisma, kini pandangannya beralih ke arah Revan, "gimana, Pan? Lo minta apa? Lo mau makanannya lebih banyak kan? Ayolah, Pan kita demo sama Alano biar traktir kita lebih banyak."