Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saya tidak berharap di anggap sebagai orang baik, karena sekali anda mengetahui satu kesalahan saya. Anda akan menganggap saya sebagai orang buruk selamanya.
🌹
Avisha sibuk memainkan ponselnya, sesekali ia menyesap jus jeruk yang sebelumnya ia pesan, yah kini dirinya berada di cafe Vaerin karena ada janji temu dengan Alano.
"Pagi!"
Avisha mendongakkan kepalanya, seketika garis bibirnya melengkung sempurna ketika seseorang yang ia tunggu tiba, namun tak lama kemudian Alano menyerahkan bucket bunga di hadapan Avisha.
Mata Avisha berbinar melihat bunga, meskipun ia tak terlalu menyukai bunga namun jika ini dari kekasihnya itu tak menghalanginya untuk merasakan kebahagiaan ketika melihat bunga Lily tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Masih pagi udah kasih bunga," ujar Avisha malu-malu
"Maafin aku ya," sahut Alano
"Aku juga."
"Kamu juga apa?"
"Aku juga minta maaf!"
Alano tersenyum, menatap kekasihnya yang sangat cantik pagi ini, sebenarnya hati Alano masih terasa sakit, sakit ketika mengingat Avisha lebih memilih Revan saat itu.
Tiga hari mengabaikan Avisha rasanya sangat sulit, bukannya semakin tenang justru Alano tidak dapat berpikir jernih akhir-akhir ini. Dan pada akhirnya ia tak dapat fokus untuk belajar.
"Kamu apa kabar, No?"
"Aku nggak baik!" jawab Alano
"Hah? Kamu sakit?"
"Kemarin."
"Sumpah, No? Kamu sakit apa?"
"Sakit hati."
Seketika Avisha terdiam, ia menunduk dan memikirkan sesuatu yang membuat Alano berkata seperti itu.
"Sakit hati karena nahan rindu maksudnya," canda Alano