Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌹
Satu minggu berlalu, UAS telah selesai hari ini adalah hari dimana semua orang tuas siswa-siswi mengambil raport di sekolah.
Avisha duduk sembari tersenyum lebar memandangi hasil nilai ujiannya yang dirasa begitu memuaskan, "Alhamdulillah!" lirihnya sembari memeluk hasil rapor
"Ciee yang dapet rangking tiga, tetep semangat ya!" seru Anya tiba-tiba, bahkan kini Avisha mengelus dadanya karena terkejut.
"Heuuuh iya Nya, lo juga selamat ya dapet rangking satu kali ini!"
Anya mengangguk, akhirnya ia bisa mendapatkan rangking satu meski yang kedua tetap Ariala, siapa lagi kalau bukan dia? Yah meski dibilang aneh sih juara kelas berturut-turut kini turun rangking.
"Nya, kira-kira Nano mau nggak ya gue temuin hari ini?" tanya Avisha tiba-tiba
"Lo kenapa nggak sabar banget si Sa? Lagian acaranya besok kan? Ya udah si di tunggu aja!"
"Tapi gue nggak bisa!" kaki Avisha menghentak di atas lantai
"Inget Sa lo cewek, dan kodrat cewek itu di cari bukan mencari, jadi kali ini aja gue saranin lo cukup tunggu dan berdoa," ujar Anya, ia mencoba menenangkan sahabatnya, "lo nikmatin dulu usaha lo yang berbuah manis, dan fokus latihan sebentar lagi lo tanding!"
Avisha tersenyum, benar juga apa apa kata Anya, ia harus bersyukur karena usahanya untuk belajar mati-matian berbuah manis, meski tak mendapat peringkat satu ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi ekspetasinya.
Anya selalu punya cara untuk memberikan kata-kata bijak untuknya, Avisha bersyukur memiliki sahabat seperti Anya, Avisha harap ia akan menjadi sahabat selamanya.
"Oh ya ngomong-ngomong tante Shinta mana ya?" tanya Anya
"Tadi sih mama mau ke toilet sebentar," jawab Avisha, "oh ya lo kesini sama om Arkan kan?"
"Iya, tapi kayaknya papa udah nunggu di mobil deh!" ujarnya
Avisha membulatkan mulutnya sebagai jawaban oh.
"Oh ya Sa, gue mau cerita boleh ya?"
"Cerita aja, kaya sama siapa aja lo!"
"Oke, jadi Sa gue tuh seneng banget, karena peringkat satu ini gue sama keluarga gue mau liburan ke Jepang!" ujar Anya antusias.
"Waah keren parah, gue jadi pengen!" Avisha mengerucutkan bibirnya
"Sebenernya sih gue ikut papa jadi karena dia ada proyek, sekalian jalan-jalan gitu!"
Avisha menganggu, "oh pantes, coba aja lo yang milih tujuannya, pasti lo milih Korea kan? Mau ke SM entertainment yakan?"
Anya mendorong bahu Avisha, "hehe tau aja lo Sa, tapi ngga pa-pa deh, ke Jepang aja gue udah seneng kok!"