Bagian 34|| Maaf

433 34 0
                                        

🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹

Anya berlari kecil menyusuri koridor, kini langkahnya terhenti di depan ruang BK.

Melihat sosok yang tengah duduk sembari menatap layar ponselnya, Anya memberanikan diri untuk mendekat.

"Bis!" panggil Anya

Bisma menoleh, seketika itu Anya langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, rasanya canggung, aneh, dan tidak nyaman. Sorry Bis

"Bisa langsung masuk aja?" tanya Bisma

Anya mengangguk, lalu ia mengikuti langkah Bisma yang memasuki ruang BK, Kini langkah mereka terhenti di ruang Pak Suhendro selaku kesiswaan di sekolah SMA NUSA BANGSA.

"permisi, Pak!" izin Bisma

"Ehh Bisma, ada apa nak?" tanya Pak Suhendro, jelas ia mengenal Bisma karena Bisma mengikuti kegiatan OSIS dan selalu bertemu dengan pak Suhendro untuk hanya sekedar berbincang dan bertukar pikiran.

"Gini pak, saya ada laporan penting buat Bapak!" ujar Bisma, sekilas ia melirik Anya yang masih malu-malu.

"Laporan apa?" tanya Pak Suhendro

Bisma menghela nafas panjang, lalu ia meraih ponselnya yang ia saku, membuka riwayat rekaman dan memutarnya di hadapan Pak Suhendro.

"Kerja bagus!"

"Mana bayaran gue?"

"Thank's."

"Woii! Siapa itu. Bangsat turun lo!"

Begitulah isi suara dari recording voice milik Bisma, seketika itu Pak Suhendro mengerutkan dahinya bingung, "ini maksudnya apa? Bisa jelaskan dengan teliti?"

"Maaf Pak, seharusnya saya rekam vidio bukan suara, tapi teman saya punya rekaman yang menunjukkan seseorang itu saat berulah!" jawab Bisma

Kini tatapan Bisma mengarah ke Anya, dan membuat Anya tergagap, ia masih merasa aneh di dekat Bisma tapi ini ia lakukan untuk kepentingan bersama bukan pribadi, yang pasti Anya akan bersikap profesional, eaakk.

Anya meraih ponsel yang ia saku, lalu ia membuka vidio rekamannya dimana Reno membully Ariala, yang Anya gunakan itu bukan ponselnya melainkan ponsel Avisha yang saat itu sama-sama merekam kejadian itu. Ponsel Anya sudah retak tak tersisa.

Anya di telfon oleh
Bisma hanya sekedar untuk menemaninya lapor ke BK, namun kebetulan juga saat itu Anya belum melaporkan hal ini ke BK dikarenakan Avisha terbaring di UKS sedangkan Ariala pulang lebih dulu, mana berani ia melaporkannya sendiri. Dan terjadilah Bisma dan Anya yang melaporkan.

Pak Suhendro tampak geram melihat vidio tersebut, beberapa kali ia mencoba percaya dengan apa yang ia lihat tapi memang kenyataannya adalah Reno, ketua OSIS yang sebentar lagi lengser.

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang