Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enaknya di kasih caption apa ni?
10 komentar
Rdf_Bisma woy Apisut lo yang ambil potabi gue kan? Ngaku lo!
Avishaa_@Rdf_Bisma elah potabi doang
Rdf_Bisma@Avishaa_ palalu potabi doang! Mana uang jajan gue lagi ambyar lagi
Avishaa_@Rdf_Bisma curhat mang?
Revn_Aldelardo 'gue burik' gitu aja Sa
Avishaa_@Revn_Aldelardo dasar lo jigong kuda
Revn_Aldelardo@Avishaa kurang ajar nih ngomongnya
Avishaa_@Revn_Aldelardo lo akhlakless
Alan_Algibran ❤️
Revn_Aldelardo@Alan_Algibran wah wah apaan tu?
🦄🦄🦄
Avisha sibuk mencari snack favoritenya, lebih tepatnya snack favorite Bisma karena posisinya sekarang adalah di kamar Bisma dan mencari sesuatu yang sangat ia idam-idamkan.
"Mana ya? Tumben amat si Mames kulkasnya kosong," gumamnya sembari memeluk dua bungkus besar potabee, satu botol teh pucuk, dan susu kotak ultra milk rasa coklat
tok tok tok
"Masuk!" dengan santainya Avisha memerintah masuk seseorang yang mengetuk pintu, berhak sekali ia padahal itu kamar Bisma.
"Udah selesai nyari makanannya?" ucapan yang sangat lembut itu membuat Avisha menoleh dan menutup pintu kulkas
"Ehh Tante, udah ni Tan," ucapnya sembari mendekat ke arah Sabil yang berdiri di ambang pintu kamar, "tapi tumben amat si Mam- eh maksudnya Bisma kulkasnya kosong!"
Sabil tersenyum ramah, siapa lagi jika bukan Avisha yang mengambil Snack Bisma tanpa sepengetahuan pemilik, Avisha pula yang selalu membuka ruang khusus untuk menempati peralatan olahraga, mengambil bola basket seenaknya dan bermain sepuasnya. Tapi ia selalu merapihkan kembali peralatan yang ia pakai terkadang ia pula mengepel dan menyapu kamar Bisma dan mau saja disuruh-suruh oleh Bisma, mungkin itu bentuk rasa terima kasihnya karena sudah dibebaskan layaknya di rumah sendiri.
Avisha mengangguk, melangkah mengikuti langkah Sabil dengan tangan yang susah payah membuka satu bungkus Snack di tangannya, padahal kan bisa di buka pas udah sampe.
Avisha meletakkan semua snack yang ada di genggamannya, ternyata tempat yang dituju Sabil adalah ruang tamu.
"Kamu udah jarang kesini ya? Tante jadi kangen!" ujar Sabil