Bagian 36|| Putus

561 31 1
                                        

🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹

Dengan langkah cepat Syila mencoba mencari dimana Revan sekarang, ia tak peduli dengan air mata yang sedari tadi mengucur di atas pipinya, ia tak peduli dengan tatapan orang-orang yang menganggapnya cari perhatian, namun sungguh ia ingin bertemu Revan saat ini.

Syila hampir pasrah, sudah beberapa tempat ia datangi tapi Revan tak ada disitu, ia menyandarkan tubuhnya pada tembok dan mengusap air matanya dengan kasar, mencoba membendung dan menunda kapan air mata ini akan meluncur.

Ujung lengan jas OSIS sudah basah dengan air matanya, beruntungnya ia dapat merendahkan sedikit emosinya dan membendung air matanya yang siap meluncur.

"Syi!" panggil seseorang membuat Syila terperanjat

"Ehh Ka, sorry!" ujar Syila gugup

"Lo kenapa? Ada masalah?" tanya Arika yang sama-sama mengenakan jas OSIS, karena mereka tugas menjaga kemanan sekolah selama lomba berlangsung.

"Aku lagi cari Revan, kamu liat nggak?" tanya Syila dengan lembut

"Oh Revan, gue liat sih tadi di ke ruang OSIS, ada rapat koordinasi buat jaga keamanan besok, ada apa emang?"

Syila hampir melupakan satu tempat itu, yang pastinya Revan ada disana, segera ia berpamitan dengan Arika dan berlari menuju ruang OSIS.

"makasih, Ka!"

Syila berlari dengan cepat, setelah ia sampai di depan pintu ruang OSIS ia menghembuskan nafas dalam, lalu ia memberanikan diri membuka pintu dengan perlahan.

Kehadirannya yang sangat tiba-tiba, membuat semua mata mengarah kearahnya yang tengah berdiri di ambang pintu, "permisi."

Semua hanya menatap bingung Syila, terutama Revan yang sepertinya tak semangat dengan kegiatan rapat hari ini.

"Kenapa, Syi? Bukannya tugas lo hari ini ya? Ini tugas kita yang jaga keamanan besok!" ujar Damar salah satu anggota OSIS

"Aku ada perlu sama Revan," jawab Syila dengan lemah, "boleh aku bicara sebentar?"

Revan hanya mengerutkan dahinya tak paham, ada apa ini?

"Oh gitu ya, yaudah ambil aja lagian Revan kayak nggak semangat gitu ikutan rapat, ini juga hampir selesai!" ujar Damar

"Thanks!" jawab Syila, lalu ia menatap Revan sebagai isyarat bahwa dirinya harus ikut dengannya

Revan tahu isyarat dari kekasihnya, lalu ia berjalan lebih dulu meninggalkan Syila yang tengah berpamitan dengan anggota OSIS lainnya.

Langkah mereka tak seirama, sama seperti hubungan mereka yang terikat namun tak sama.

Kini langkah mereka terhenti di taman sekolah, meski sedikit ramai Revan memilih berhenti disini karena udaranya sangat cocok untuk menenangkan pikiran.

Persahabatan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang