Kenangan buruk seseorang bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu kejadian yang hadir tak terelakkan.
Tak banyak mereka melupakan atau bahkan sebagian dari mereka mungkin berusaha melupakan meski kejadian itu terus membekas setiap detik di hidupny...
Farewell In Tears_Huh Gak (ost. The world of the married)
🦄🦄🦄
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading gays❤️
🌹
Avisha merapihkan beberapa buku, sebelum ia menemukan satu amplop surat yang membuatnya sedikit tersenyum malam ini, surat yang tak rapih, serta kotak kuning yang tersimpan baik di meja belajarnya.
Selesai merapihkan buku dan beberapa LKS yang akan ia bawa besok kini ia duduk di depan cermin rias, menampakkan betapa lesu seseorang yang ada di pantulan cermin, tiba-tiba air matanya luruh, dadanya di tepuk keras sebelum akhirnya ia mencoba menetralkan emosinya agar dirinya tak terisak.
Mencoba untuk tidak bersuara meski dadanya begitu sesak, rasanya sulit sekali untuk bertenang diri jika belum berteriak, namun rasanya tidak mungkin bagaimana jika nanti Mamanya mendengar? Atau bahkan tetangganya? Sangat memalukanm
"Kenapa harus terjadi padaku," lirihnya
Suara motor matic berseru di garasi rumah, sepertinya Shinta sudah pulang, mendengar itu Avisha dengan refleks menyeka air matanya secara kasar, ia cepat-cepat menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang begitu sembabm
"Loh Avisha kamu belum tidur?" tanya Shinta sembari melangkah mendekat kearah putrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ini mau tidur Mah! Mamah baru pulang apa gimana?"
"Ee- iya mamah baru pulang, cepat sana kamu tidur kok bisa jam segini belum tidur kamu habis dari mana sih?"
"Revan."
"Kamu main ke rumah Revan? Sampai selarut ini? Kamu nggak inget besok sekolah?"
"Revan sakit Mah, Mama juga nggak inget besok kerja?"
Shinta terdiam, kini ia membelai lembut Surai rambut anaknya, "tidur yah!"
Avisha mengangguk, melangkah menuju kamarnya dan siap menjemput dunia mimpinya.
***
"Avisha?" panggil seseorang bersuara berat membangunkan Avisha yang tengah duduk terlelap disamping Revan terbaring.
"Ehh om Doni, maaf om saya ketiduran," ucapnya gugup, "om maaf tadi mbak Indah suruh saya buat jaga-"
"Iya om tau kok, mau om antar pulang? Besok kamu sekolah, kan?"
Avisha merasa keki sendiri berbicara dengan Doni, sudah lama ia tak mengobrol atau hanya sekedar menyapa itu terjadi ketika mereka mulai pindah ke perumahan sebelah.
Avisha mengangguk, kini langkahnya mengikuti langkah Doni yang berjalan lebih dulu dan membawanya ke dalam mobil mercy putih nyam
"Makasih ya udah jagain Revan, Om minta maaf pulangnya malem banget sampe kamu ketiduran," ucap Doni tanpa mengalihkan pandangannya menatap jalanan.