"Eh Haku, mau kemana?"tanya Jesse ke Haku karena tidak seperti biasanya Haku bersikap seperti ini.
Sebenarnya ada apa dengan ketua kelas, Iris Haku? --batin Jesse.
Mereka berdua menaiki bus hijau. Pemuda berambut merah bertanya-tanya melirik Haku yang sudah memakai kacamata ala detektif. Dahinya berkerut, 'darimana Haku memiliki kacamata itu!'--batin Jesse. Ia tidak mau berkata langsung ke ketua kelas,lebih baik berpikir positif perihal kacamata itu.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai ke tempat tujuan, menyebrang jalan. Jesse membututi Haku di belakang seperti anak bebek, percuma kalau ia bertanya dengan Haku pasti pemuda itu akan menjawab "entar tahu sendiri". Jujur saja, Jesse benci dengan itu.
Pemuda bersurai abu-abu dari fisik ia terlihat kalem memiliki mata tajam waktu sekali ngomong apalagi saat memimpin. Aura dari Haku sangat berbeda. Jesse juga tahu, kekuatan Haku itu seperti apa tetapi pemuda tersebut memilih untuk menutup mulut. Hanya ia dan Yugo yang tahu kekuatan Haku yang sebenarnya.
Pemuda tersebut tiba-tiba berhenti membuat Jesse menubruk punggung Haku. "Aduh!"ringis Jesse pelan.
Haku menoleh ke Jesse,"kalau jalan pakai mata?"
"Jalan itu gawe sekel moso gawe mripat! Nggak masuk akal!(jalan itu pakai kaki masa pakai mata! Nggak masuk akal!)"kata Jesse sedikit kesal.
"Kau tunggu di sini saja nanti aku kembali!"
"Ha?"
Haku segera pergi meninggalkan Jesse sendirian di sana,menatap pemuda tidak memiliki hati yang tega meninggalkannya sendiri. Katanya ia akan tahu sendiri tetapi apa? Ia malah di tinggal sendirian, partner magang apa itu.
Jesse terus menggerutu kesal di sana, menghembuskan nafas panjang berusaha untuk tenang dan sabar. Ia memilih menyandarkan punggung di tiang listrik di dekatnya, melipat kedua tangan di dada, menunduk kepala sedikit.
"Wes di tarik dadakan, wes teko kene teros dikei janji 'tahu sendiri'. Kenyataan e malah di tinggal dewean. Wes nasib jomblo ngenes. Padahal aku iki wes ganteng loh moso nggak onok seng arep ambek aku seh!(udah di tarik dadakan sampai datang ke sini, terus di kasih janji 'tahu sendiri'. Kenyataannya malah di tinggal sendiri. Udah nasib jomblo ngenes. Padahal aku ini udah ganteng lo masa nggak ada yang naksir sama aku seh!)"gerutu Jesse sambil mengumpat di sana.
Seorang gadis tengah menyisir rambutnya di depan cermin. Poni yang sedikit panjang selalu aja mengganggu pandangannya. Di selipkan di belakang telinga ujung-ujungnya ke depan. Jepit rambut? Ia tidak punya kalau poninya pendek,takut jelek.
"Hachim!"
Terdengar suara bersin seorang laki-laki tidak jauh dari kamarnya dan suara tersebut dari arah jendela. Refleks gadis itu menoleh ke jendela terbuka berjalan mendekat, kepalanya condong ke depan melihat ke kanan-kiri, tidak ada seorang pun di sana. Ia yakin, kalau tadi ada orang yang bersin di sini. Indera pendengarannya masih tajam dan yakin tidak salah mendengar. Kalau tetangganya, tidak mungkin bersin dengan jarak sedekat kamarnya.
Gadis itu sedikit merinding mendengar bersin seseorang yang sama sekali tidak ada wujudnya.
"Hii, kok merinding. Apa jangan-jangan penunggu sekolah ngikutin aku lagi!"katanya negatif thinking, ia segera menepuk kepala pelan.
"Astagfirullah, jangan sampai. Masa penghuni sekolah ngikutin aku, hii!"ucapnya memeluk dirinya sendiri. Lalu ia mengecek ke luar jendela masih nihil tidak ada siapapun. Ia memilih menutup jendela rapat-rapat setelah menutup Jendela. Mata gadis itu terbelalak melihat ada jepit rambut dengan kertas berwarna pink,bunga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sekolah Aneh [END]
Fantasy{Buku Pertama: Sekolah Aneh Buku Kedua: Misteri dan Memori Buku ketiga: Black Hawk Buku keempat: Kembali SA Buku Kelima: Penggila Cinta} [PERHATIAN ⚠️ BEBERAPA PART DI HAPUS ACAK KARENA SEKOLAH ANEH SUDAH PINDAH KE INNOVEL/DREAM. RASAKAN BACA SEKOL...
![Sekolah Aneh [END]](https://img.wattpad.com/cover/249394967-64-k520589.jpg)