13. Putri Tidur?

587 92 18
                                        

Kepalaku sedikit ke kanan, rasa sakit seketika menjalar ke kepalaku. Perlahan mataku terbuka, samar-samar melihat warna putih terang. Aroma khas rumah sakit masuk ke lubang hidung yang dominan bau obat-obatan. Ekor mataku melirik ke tali infus yang menggantung dan cairan nya perlahan masuk ke tanganku.

Apa kejadian kemarin memberikan luka parah seperti ini? Sampai aku di bawa ke rumah sakit untuk pertama kalinya. Ya, aku sama sekali tidak pernah menginap di rumah sakit, alhamdulliah. Kedua orang tuaku tidak perlu mengeluarkan biaya rumah sakit yang bisa di katakan 'mahal'.

Mungkin ini adalah moment tidak mengenakan buatku. Di serang oleh makhluk halus yang kuat membuat fisikku terluka parah. Ah, apa teman-teman ku baik-baik saja? Terutama Zulfa. Mataku terpejam sedikit seraya berdoa untuk Zulfa kalau dia tidak apa-apa. Aku yakin, dia adalah gadis yang kuat begitu pun April dan Yuli.

Tangan kanan ingin ku gerakkan tetapi aku urungkan sebab ada seseorang yang tidur di samping ranjang ku. Ingin melihat siapa yang tidur dan menjagaku semalaman, tidak bisa. Aku gerak dikit, kepalaku rasanya pusing.

Jika di ingat lagi, aku memiliki luka yang kecil tidak separah ini. Ku coba tanganku bergerak berusaha untuk membangunkan orang itu. Terdengar suara pintu terbuka tanda orang masuk ke kamar inap.

"Atma!"itu suara mama bersama Mas Fajar dan Mas Daisuke.

Mama langsung memegang pipiku yang sedikit tembem lalu mencium kening. Akibat suara mama yang berisik, orang yang tidur menjagaku terbangun. Ternyata itu, Mas Taiga.

Ia mengucek kedua matanya lalu menatapku. Awalnya ia tidak merespon apa-apa seperti orang linglung lalu ia memelukku.

"Adik manis! Kau udah siuman!"serunya memelukku membuat ku kaget sesekali menguap di pipiku.

Dasar kakak laknat! -- batinku.

"Jangan menguap di pipiku, jorok!"protes ku.

Mas Taiga kembali berdiri sembari terkekeh,"Sorry, Sorry, nggak sengaja,"ucapnya.

"Sorry, sorry, memangnya lagunya Suju apa? Sorry, Sorry!"kata ku kesal.

Mama melepaskan pelukannya padaku seraya menggeleng,"baru siuman udah bertengkar aja,"kata mama,"mama khawatir banget sama  kamu, Atma."

Aku memaklumi nya kalau mama dan lainnya mengkhawatirkan ku tapi yang membuat ku bingung. Nada bicara serta raut wajah menekuk seperti orang yang mau kehilangan orang yang di sayang.

"Kenapa mama wajahnya menekuk begitu?"tanyaku.

"Kamu selama tiga hari tidak bangun-bangun."kata Mas Fajar seketika mataku terbelalak tidak percaya.

Apa tiga hari? Aku tidur selama tiga hari? Tetapi aku seperti tidak merasakan apapun.

Taiga menggeleng pelan melihatku,"apa adikku ini telah menjadi putri tidur? Susah bangun!"ucapnya berkacak pinggang.

Mas Daisuke menjelaskan kalau aku tidak boleh tidur terlalu malam, harus tidur pukul sembilan malam. Karena aku ini sukanya bergadang terkadang suka lupa waktu kalau sudah mengerjakan tugas sekolah belum lagi kalau aku streaming youtube sukanya kelewatan sampai tengah malam.

Itu membuat organ dalam ku tidak sehat terutama di otak. Aku menghela nafas panjang dan meminta maaf, aku memang tipe orang susah bangun dan harus ada yang bangunin kalau tidak,kesiangan lagi.

"Jangan sering streaming youtube malam-malam!"satu peringatan dari Mas Daisuke. Kakakku yang kedua ini memang mengutamakan kesehatanku dan kedisiplinan yang luar biasa, sangat pantas jadi komandan militer. Namun, ia hanya pegawai IT perusahaan terkenal dan jasa menggambar di bayar gede. Belum lagi membantu polisi, menghack  data-data tanpa ketahuan.

Sekolah Aneh [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang