Jadi organisasi Black Hawk masih dalam tahap pencarian. Aku sama sekali belum sepenuhnya tahu mengetahui organisasi hitam itu. Ini aneh, bagaimana caranya mereka berpencar sampai polisi sulit menemukan beberapa anggota Black Hawk. Jika aku memikirkan lagi kepalaku terasa pusing tujuh keliling, memikirkan pelajaran saja sudah pusing apalagi memikirkan organisasi hitam itu.
Ku menghela nafas kasar, kesal seraya menatap jalanan yang ramai. Kami berempat memutuskan untuk pulang. Masalah lambang "sayap elang hitam"--kebanyakan dari keluarga korban tidak tahu tentang sayap elang hitam, apalagi melihat lambang sayap elang hitam di SMA Krias 04,tidak pernah lihat.
Kelihatannya di sini sudah ada rasa janggal sekaligus membuat rasa penasaranku tambah besar dari sebelumnya. Aku melihat spion sepeda motor, Jesse nampak serius berkendara dan sama sekali tidak ingin membuka suara membuatku sedikit kesal.
Kepalaku sedikit maju dan berkata dengan suara sedikit keras berusaha menembus suara bising kendaraan lain serta angin,"Jes! Apa kau pernah datang di markas organisasi hitam itu?"
"Ha!"
"Ish, apa kau pernah datang di Markas organisasi hitam itu?"ulang ku lagi dengan suara keras. Jesse melirik spion lagi membuka kaca helm, terlihat matanya menyipit,"pernah. Di sana sepi tapi aku tidak terlalu yakin kalau tempat itu benar-benar sepi."jawabnya. Aku mengangguk mengiyakan.
"Kenapa?"tanya Jesse penasaran.
"Tidak, aku hanya penasaran. Kalau tahu, dimana tempatnya?"tanyaku lagi.
"Di jalan S. Memangnya kenapa?apa kau ingin pergi ke sana?"tanya Jesse melirik ke spion sedangkan aku hanya tersenyum tipis, menggeleng sebagai jawabannya.
"Aku hanya penasaran,"jawabku singkat dan dalam hatiku terus menerus ingin cari tahu tetapi bagaimana.
Sampai rumah, aku berterima kasih pada Jesse dan di depan ada Haku dan juga April. Aku mengucapkan terima kasih pada mereka bertiga. April berkata,"ini rumahmu? Kapan-kapan aku boleh ya ke rumahmu? Hehehe, kalau bosan di rumah."kata April membuat dahi ku berkerut.
"Bukan kah kau sudah tahu rumahku dengan burung kertas dulu?"tanyaku ke April. Gadis itu hanya tertawa kecil menggaruk rambut tidak gatal,"tapi kan aku tidak melihat secara langsung. Percayalah, kalau melihat dari gambar--sungguh tidak enak di pandang karena hanya warna hitam putih."jawab April.
"Kita juga bisa datang kesini bermain sama Daniel, benarkan Haku?"tanya Jesse di balas angguk pemuda bersurai abu-abu itu.
Lalu mereka bertiga pamit padaku sebelum mereka melajukan sepeda motor. Aku menawarkan minuman pada mereka minuman tetapi mereka menolak tawaranku halus kemudian pergi. Seulas senyum terukir jelas di bibirku dan berpikir sejenak tentang drama yang akan menjadi tanggung jawab setelah Judy dan Haru. Ah, aku tidak sabar buat menjadi sutradara dadakan dan mencintai skenario.
"Love skenario, hehe!"gumam ku ketika berbalik badan, terkejut melihat Mas Taiga sudah ada di belakangku.
Sejak kapan dia ada di belakang ku?--pikirku.
Aku menoleh ke belakang berharap Haku, April dan Jesse tidak melihat Mas Taiga atau Mas Taiga tidak mendengar apa yang aku katakan pada mereka bertiga meskipun pembicaraan kami tidak terlalu penting untuk di kupas tuntas bak silet.
"Sekarang udah berani pulang sama cowok?"ucapnya seperti emak-emak yang menciduk anaknya pulang sama laki-laki sembarangan. Mendengus, menatap Mas Taiga yang seenaknya menuduh adiknya, tidak-tidak.
"Aku tadi bareng sama teman-teman kok. Ada April, Haku dan Jesse, semuanya goncengan. Nah, kalau sudah gitu nggak kelihatan bukan,aku jomblo, hahaha!"sindir ku tertawa ngakak lalu berlari masuk ke dalam rumah sembari mengucapkan salam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sekolah Aneh [END]
Fantasy{Buku Pertama: Sekolah Aneh Buku Kedua: Misteri dan Memori Buku ketiga: Black Hawk Buku keempat: Kembali SA Buku Kelima: Penggila Cinta} [PERHATIAN ⚠️ BEBERAPA PART DI HAPUS ACAK KARENA SEKOLAH ANEH SUDAH PINDAH KE INNOVEL/DREAM. RASAKAN BACA SEKOL...
![Sekolah Aneh [END]](https://img.wattpad.com/cover/249394967-64-k520589.jpg)