Malam yang sangat indah penuh bintang bertaburan di langit. Aku melihat bintang-bintang begitu takjub serta melihat beberapa kelompok bintang membentuk seperti busur dan panah. Itu sangat indah sekali sampai leherku terasa pegal mendongak terus.
Beberapa dari mereka meminum teh hangat dan kopi agar tubuh mereka tidak terlalu kedinginan. Aku mempererat jaket Mas Taiga lebih erat lagi sebab angin dingin berhembus kencang seperti kipas yang tidak henti-hentinya meniup. Semua nya duduk di hadapan api unggun. Haku dan Niall tengah asik membakar jagung dan juga marshmellow lalu makanan tersebut di bagi-bagi sama yang lain.
Dimas membawa gitar dan di taruh di pangkuannya melihat semua teman-temannya sudah berkumpul memutari api unggun. "Sekarang kita mau ngapain? Aku ingin menyanyikan lagu sesuai janjiku."ucapnya tersenyum sumringah.
"Lebih baik hari ini kita acara makan-makan kalau nyanyi besok saja."kata Pak Sam membuat Dimas cemberut.
"Tidak asik, Pak Sam. Kalau nggak ada yang nyanyi."kata Dimas sedikit kecewa.
"Suaramu akan merusak seluruh dunia jika kau nyanyi, Dim."celetuk Fian Xian Lu sembari memakan jagung bakarnya. Aku yang mendengar itu sedikit terkekeh dan memilih untuk fokus memakan jagung bakar.
"Sudah-sudah. Memangnya mau nyanyi apa sih? Dim?"tanya Pak Sam ke Dimas. Pemuda itu tersenyum sumringah dan berkata,"mau nyanyi lagu romantis. Cocok banget pas malam-malam begini apalagi pas mereka berdiri di sana sembari menatap cahaya-cahaya lampu rumah. Pasti sweet."kata Dimas sembari menunjuk tempat yang di maksud. Beberapa dari kami mengarah ke tempat yang Dimas tunjuk.
Dahi ku berkerut samar. "Memangnya siapa yang bakal mau berduaan di sana dan kau sebagai pengiring lagu romance nya?"kataku menatap lekat pemuda tersebut yang ada-ada saja ide tidak terduga. Daniel dan Jesse mengangguk mengiyakan ucapan ku.
"Haku dan April!"kata Dimas menunjukkan deretan gigi putih sembari jari tangan membentuk pistol lalu berada di bawah dagu.
April yang tengah asik meminum teh, teh tersebut terpaksa ia semburkan akibat ucapan Dimas. Gadis itu menatap Dimas penuh balas sedangkan Haku terlihat biasa saja akan tetapi tatapan mata bernetra ungu itu tajam seperti pisau.
"Apa maksudmu?"tanya April tajam ke Dimas.
"Bentar lagi Dimas bakal kena jeweran maut dari bu ketua nih."kata Fian Xian Lu mencoba menakut-nakuti Dimas. Pemuda itu menggeleng cepat dan meminta maaf ke April.
April hanya menghela nafas berat. "Jika kau gitu lagi? Siap-siap terkena jeweran dari ku!"ucapnya sembari memperingatkan ke Dimas. Aku yang melihat wajah ketakutan Dimas hampir tertawa kecil jika di bandingkan wajah takut Dimas dan Jesse, berbeda jauh sekali.
Aku sama sekali tidak pernah melihat reaksi Dimas saat bertemu makhluk halus seperti apa? Dan aku akan membandingkan Dimas dan Jesse dalam mode 'ketakutan'. Menutup mulut dengan tangan agar aku bisa tertawa kecil di sana.
"Memangnya kau ingin menyanyi lagu apa? Dim?"tanya Pak Sam yang duduk di sebelah Rudy.
"Berhubung hari ini makan-makan tadi aku berpikir mau nyanyi lagu romantis gitu. Tapi..."
"Tapi kau tetap menyanyikan lagu romantis bukan?"selah Judy seperti orang mengigo. Kedua matanya tertutup rapat dan bersandar di bahu Rudy.
Yuli tersenyum. "Benar, kata Judy. Kalau gitu mulai lah, Dim. Memainkan gitarnya."
Bola mata Dimas memutar malas, menghela nafas berat mendengar ucapan Judy dan Yuli ada benarnya. Asap api unggun mengepul ke udara,asap-asapnya menguap lalu menghilang. Semua menunggu Dimas memetik gitarnya, penasaran apa yang bakal dinyanyikan oleh Dimas. Rudy juga ingin menyanyi akan tetapi ia tidak mau melihat beberapa dari mereka tertidur pulas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sekolah Aneh [END]
Fantasy{Buku Pertama: Sekolah Aneh Buku Kedua: Misteri dan Memori Buku ketiga: Black Hawk Buku keempat: Kembali SA Buku Kelima: Penggila Cinta} [PERHATIAN ⚠️ BEBERAPA PART DI HAPUS ACAK KARENA SEKOLAH ANEH SUDAH PINDAH KE INNOVEL/DREAM. RASAKAN BACA SEKOL...
![Sekolah Aneh [END]](https://img.wattpad.com/cover/249394967-64-k520589.jpg)