Pak Sam melihat murid didiknya sangat bangga. Mereka semua begitu antusias bergotong royong. Haku, Haru dan Niall menyusun kayu bakar yang akan menjadi api unggun. Aku,April, Yuli dan Zulfa mengurus makanan. Kami berempat menata makanan sedemikian rupa dan bahan-bahan. Angin sudah tidak terasa dingin, aku membayangkan kalau malam-malam pasti jauh lebih dingin mengingat tempatnya dekat dengan gunung. Rudy menaruh galon di dekat tenda.
Aku mengeluarkan barang bawaan ku yaitu kopi, gula, teh, dan mie instan. Zulfa mengeluarkan bahan-bahan yang bisa dikata mudah buat di masak. Judy membawa satu kantong berukuran besar.
"Judy! Itu yang kau bawa apa?"tanya Zulfa penasaran.
"Ini aku membawa jagung. Kalian bisa bakar-bakar jagung."ucap Judy tersenyum tipis ke Zulfa. Gadis berambut keriting tersebut tidak sadar kalau pipinya mulai merona. Aku yang melihat itu pura-pura tidak tahu dan mengalihkan pandang mengarah ketiga pemuda yang masih sibuk menyusun kayu api unggun.
"Apa semua peralatan masak dan bahan-bahan sudah terkumpul?"tanya Pak Sam ke arah kami berenam. Judy mengangguk mengiyakan, ia menjelaskan semua kalau semua bahan-bahan dan peralatan sudah siap. Bahkan Dewa sudah mencoba kompor kecil khusus kemah. Aku melihat kompor berwarna biru itu, imut sangat mudah di bawah kemana-mana. Kompor tersebut menggunakan energi listrik.
"Pak Sam, apa bapak tidak lapar? Kalau lapar kami buatkan makanan? Daripada kita nganggur."tanya April begitu antusias ia tidak sabar membuat makanan untuk semua orang. Saat April mengatakan itu semua mata tertuju mengarah ke kami.
"Boleh juga tuh!"seru Niall bersemangat.
"Aku ingin membantu juga, bikin makanan."kata Mas Daniel selesai membereskan barang-barang yang ada di dalam tenda bersama Yugo.
Pak Sam melihat jam tangannya dan berkata kalau sebentar lagi malam akan tiba. Aku mendongak melihat langit yang mulai berwarna oranye. Pohon-pohon rindang di sini membuat banyak angin yang menerpa. Jesse dan Niall membawa dua bungkus marshmellow.
"Wow, marshmellow!"ucapku melihat dua bungkus marshmellow. Kalau di bakar pasti lezat.
Mas Daniel dan Niall mengambil mie instan. April menyiapkan air rebusan untuk di masak, tidak lupa menyalakan kompornya. Aku punya request buat telur mie dan di jamin rasanya enak sekali. Yuli juga punya jajanan spesial asal negara kelahiran di Korea.
"Aku ingin memasak Hotteok!"seru Yuli tersenyum mengembang. Aku menoleh ke arah gadis berambut lurus itu.
"Apa yang kau katakan tadi?"tanyaku ke Yuli.
"Hotteok, sejenis pancake tapi ini di goreng."jawab Yuli.
"Kedengarannya enak tuh. Aku ingin mencoba!"seru Mas Daniel yang mulai ingin mencicipi beragam makanan. Aku hanya memutar bola mata malas mendengar kalimat seruan dari Mas Daniel.
Haku mengecek isi kresek dimana isi kresek tersebut adalah jagung buat acara bakar-bakar malam nanti. Aku sudah tidak sabar menunggu malam tiba. Haku bilang ia juga ingin membuat masakan dari negara asalnya Jepang.
"Nanti malam kita bakar-bakar, Tomorokoshi. Kebetulan aku membawa bumbunya. Tapi tidak ada miso nya."kata Haku mengambil salah satu jagung.
Yugo tersenyum mengembang setuju dengan pemasukkan Haku. "Aku ingin sekali makan oden tapi tidak punya bahan-bahannya."kata Yugo tersenyum tipis.
April menatap pemuda berwajah lugu itu. "Oden, itu seperti apa?"tanya April.
"Mirip sama Ramen. Tidak jauh beda lah."balas Yugo bangkit berdiri.
Kami semua tengah membuat masakan jajanan khas Korea. Aku membentuk makanan itu seperti martabak. Isinya kacang ijo, itu rasa kesukaanku. Ah jadi pengen es kacang ijo juga. Zulfa bagian menggoreng Hotteok. April bertanya padaku sekarang jam berapa? Aku melihat handphone ku sudah menunjukkan angka 16.58 Wib.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sekolah Aneh [END]
Fantasia{Buku Pertama: Sekolah Aneh Buku Kedua: Misteri dan Memori Buku ketiga: Black Hawk Buku keempat: Kembali SA Buku Kelima: Penggila Cinta} [PERHATIAN ⚠️ BEBERAPA PART DI HAPUS ACAK KARENA SEKOLAH ANEH SUDAH PINDAH KE INNOVEL/DREAM. RASAKAN BACA SEKOL...
![Sekolah Aneh [END]](https://img.wattpad.com/cover/249394967-64-k520589.jpg)