06: Mimpi Itu Lagi!

905 113 34
                                        

"Ma, aku besok pulang terlambat. Aku di ajak teman baruku jalan-jalan, apa tidak apa-apa?"izin ku ke mama yang tengah memasukkan bawang ke dalam panci.

Beliau melihatku berdiri di ambang pintu, tersenyum,"tidak apa-apa. Tapi pulangnya jangan lama-lama nanti mama khawatir."kata mama terang-terangan. Aku memberikan hormat ala kapten ke mama.

"Siap, laksanakan komandan!"ucapku tersenyum sumringah. Lalu aku menuju ke ruangan tengah di sana sudah ada Mas Taiga yang menyetel film Rapunzel.

What Rapunzel? Kartun itu salah satu kesukaan Mas Taiga, aku juga begitu pokoknya alur ceritanya bagus--aku suka.

Pemuda pirang di sampingku begitu fokus menatap layar televisi sedangkan aku melirik camilannya, tanpa izin, aku mengambil camilan itu masuk ke dalam mulut dan menonton film. Taiga melirikku sinis, saat aku ingin mengambil lagi bungkus camilan itu menjauh sontak aja aku menoleh.

Aku ingin mengambil, tidak bisa. Aku dan Taiga saling tatap menatap serius, "aku ingin camilan itu!"

"Tidak boleh. Kau kan sudah aku belikan,"ucap Taiga tidak mau kalah denganku.

"Males ngambil. Kalau gitu ambilin,"ucapku mencoba meraih bungkus camilan itu dengan cepat Taiga menyembunyikan camilan di belakang punggung.

"Bagi sama adiknya dong!"

"Nggak!"

"Pelit!"

"Biarin! Mana gue peduli sama lu!"

"Oh iya!"ucapku beranjak berdiri seraya berkacak pinggang menatap tajam Mas Taiga.

"Awas aja, kalau beli ice krim couple lagi. Aku ogah jadi pacar kau!"ucapku lagi melipat kedua tangan di dada membuang muka.

"Eh jangan! Nih-nih semua buat kau aja!"ucapnya memberikan camilan snack nya padaku. Hatiku sangat suka mendapatkan camilan bekas dia, yang penting ada camilan sambil menonton film. Nikmatnya, sangat enak.

Aku tersenyum senang ke Taiga,"Thank you so much, my brother. You right my love brother,"sambil terkekeh.

Taiga mendengus sebal mengeluarkan rasa emosinya yang hampir meluap. Ia terlihat seperti gadis yang bete, mimik wajahnya lucu bat gila. Tidak, salah kalau aku sangat dekat sama Mas Taiga--ia memang good brother yang humoris.

"Up to you!"jawabnya menonton film Rapunzel. Aku menyodorkan camilan ke Taiga,"satu untuk berdua aja."

Taiga tersenyum ke arahku,"nggak pakai Share it sama bluetooth kan!"ucapnya polos.

Seketika aku tertawa mendengarnya,"ya, nggak pakai lah. Memangnya aku ini teknologi apa?"

  Kami berdua asik menonton televisi saking serunya nonton dan menghabiskan camilan berdua. Selama menonton tidak ada sama sekali yang membuka suara. Mas Daniel dan mama juga ikut menonton televisi bersama.

  Senja perlahan sudah menghilang. Bulan purnama mulai menampakkan diri di langit malam penuh taburan bintang. Angin berhembus kencang membuat daun-daun ikut bergoyang dan beberapa daun gugur tertiup angin.

Cahaya-cahaya lampu dari bangunan memberi pencahayaan buat kendaraan dan jalanan yang minim cahaya. Detik jam terus berjalan sampai jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aku masih berada di ruangan tengah menonton televisi sebab film favorit super hero ku main. Siapa lagi kalau bukan Chris Evans karakter kapten amerika.

Kapten hatiku--batinku senang.

Aku melihat film itu dengan serius dimana kapten amerika akan melawan ironman. Tapi adegan itu nampaknya masih lama karena filmnya baru di mulai beberapa menit yang lalu.

Sekolah Aneh [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang