60. Ulangan dan Contekan

261 49 0
                                        

Ulangan semester ganjil telah tiba, kami murid kelas 1-E merencanakan contekan yang di lakukan. Biasanya mereka semua tidak perlu di runding kan seperti ini berhubung aku dan Mas Daniel murid baru, biar tidak kaget. Mereka semua semangat memberitahu aku dan Mas Daniel.

"Kekuatan utama saat mencontek adalah Yuli, Niall dan Yugo. Mereka bertiga ini kunci utama."jelas Fian Xian Lu semangat empat lima.

Niall menunjuk ke arah Dimas, Fian Xian Lu dan Jesse,"kalian bertiga tim menyontek sampai aku dan Yuli, talking di dalam hati."kata Niall melipat kedua tangan.

Aku yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak. Haru juga bilang kalau cara ini tidak pernah ketahuan sama pengawas karena mereka tidak tahu, kalau murid 1-E memiliki kekuatan hebat. Mereka rata-rata meremehkan dan memandang tidak baik yang disebut 'kutukan'. Yang tahu kekuatan mereka hanya Pak Sam, Kepsek dan beberapa guru di sini. Aku memandang kedua pemuda yang sama sekali tidak pernah mengeluarkan kekuatan,Dimas dan Fian Xian Lu.

"Tapi aku sama sekali tidak pernah melihat Dimas dan Fian Xian Lu, mengeluarkan kekuatan?"ucapku membuat semua orang beradu tatap mendengar ucapan ku barusan. Dahi ku berkerut samar melihat ekspresi mereka semua.

"Hmm, kekuatan kami berdua tidak terlalu penting. Benar kan, Fian Xian Lu?"kata Dimas menatap pemuda china itu tersenyum dibuat-buat membuat ku curiga.

Pemuda itu mengangguk mengiyakan, "benar yang di katakan Dimas. Kekuatan kami tidak terlalu penting, Atma."jawab Fian Xian Lu.

  Bel masuk berdering menandakan kelas sudah mulai kami segera duduk sesuai nomor absen dan tempat duduk kami berdua. Berhubung aku dan Mas Daniel murid baru, ada sedikit perubahan tempat duduk sesuai huruf A-Z. Aku duduk bersebelahan sama Yugo. Yuli sama Zulfa. Mas Daniel sama Judy, Rudy sama Fian Xian Lu. April dan Dimas.

  Niall ada di bangku tengah, Yuli dan Yugo ada di bangku belakang. Uh, nikmat sekali, ketiga kunci ini duduk di belakang. Seorang wanita memakai pakaian batik dan membawa amplop cokelat berisikan soal dan kertas jawaban. Wanita itu sangat asing di mataku mungkin dia adalah pengawas dari luar sekolah ini.

Beliau cukup berani memasuki sekolah ini padahal setiap memasuki sekolah, selalu di sambut oleh aura negatif penghuni sekolah. Semua guru yang mengajar di sini antara takut dan tidak takut, tergantung mereka(makhluk halus) memiliki niat atau tidak. Atau sekadar peringatan saja bahwa di sekolah ini ada penghuninya. Alvin, selaku anak indigo pun bilang kalau ada beberapa makhluk di sini tidak suka kalau orang asing masuk di sekolah ini, terutama murid korban pembunuhan misterius.

Hii ngeri banget. Apalagi mereka murid yang menjadi korban dua tahun silam nggak mau angkat bicara kejadian dua tahun silam. Aku sendiri juga bingung.

Lembaran soal dan jawaban sudah tersedia di atas meja masing-masing. Aku melihat soal pelajaran bahasa indonesia, mudah banget. Ya,antara mudah dan susah sih apalagi harus membaca cerita, berita dan lain sebagainya membuat kepala pusing tujuh keliling. Belum lagi, jawaban prank dari pertanyaan bahasa indonesia kalau tidak di baca teliti.

Semua murid 1-E tengah menggarap ulangan serius dan pengawas ruangan arah matanya tertuju ke arah kami semua. Seolah memerhatikan gerak-gerik mencurigakan. Kalau gini terus, maling nggak sempat beraksi dong.

'Dia tahu, kalau murid di sini memiliki kutukan terutama dia tahu--kekuatan teleportasi milik Niall'

  Aku kaget tiba-tiba ada suara di daam pikiranku dan tersadar kalau Yuli bisa melakukan telepati buat memberitahukan semua yang ada di dalam hati pengawas. Ku lirik Yugo yang mulutnya komat-kamit seperti membaca mantra gitu.

"Yugo, kamu ngapain?"ucapku pelan.

"Semoga saja, pengawas itu tidur."jawab Yugo membuat aku tidak mengerti.

Sekolah Aneh [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang