Happy reading!!!
Memasuki usia kehamilan 7 bulan, membuat Yerin sedikit kewalahan mengurus rumah. Kali ini, Yerin sendiri angkat tangan untuk membenahi rumah.
Kehamilan kali ini sangat rentan membuat Yerin kewalahan, beda saat hamil Yeonjun saat itu. Kehamilan anak kedua nya ini membuat Yerin merasakan nyeri pada bagian perut nya.
"Mama," panggil Yeonjun dari arah lain. Yeonjun berlari kecil menghampiri Yerin yang berada di sofa ruang tamu.
"Iya, sayang, sini, nak. Jangan lari-lari an."
"Mama, wajah mama pucet." Sahut Yeonjun.
Yerin mengendong Yeonjun untuk duduk di samping nya. "Mama ga apa-apa kok, sayang." Sanggah Yerin.
"Muka mama pucet banget, ih... Telpon Nenek aja ya, nenek suruh datang kerumah biar kalo mama sakit, Yeonjun sama nenek yang jaga mama."
Yerin tersenyum, lantas memeluk anak pertama nya itu. "Mama, baik-baik saja, Yeonjun. Serius."
"Aku bisa nebak."
Yerin mengelus-elus rambut Yeonjun. Tanpa sadar, pandangan mata Yerin mulai memudar. "Aku kenapa?" Gumam Yerin.
Yerin berusaha memperbaiki penglihatan nya, namun tetap sama, penglihatan nya buram. Tidak lama, kepala Yerin mulai sedikit pusing, Yerin menyipitkan matanya.
"Mah," panggil Yeonjun. Tak kunjung ada balasan, membuat Yeonjun melepaskan pelukannya.
"Mama kenapa?" Panik Yeonjun.
"Mah, mah,"
Yerin tidak menggubris perkataan sang anak. Kemudian, penglihatan Yerin menjadi gelap sempurna. Yerin pingsan.
"Mama." Yeonjun teriak panik.
Membangun kan Yerin tidak ada hasil, tanpa menunda waktu lama. Yeonjun segera mencari handphone Yerin. Yeonjun Langsung berlari ke kamar Yerin yang diatas dan mencari benda pipih yang ia butuhkan dengan segera.
Yeonjun ngambil handphone di nakas, ia langsung membuka handphone Yerin, menelepon salah satu orang yang ia tuju.
"Pah, Yeonjun mohon. Angkat."
.
"Proyek yang akan kita buat akan di ... Tring...tring..."
Taehyung yang sedang meeting penting dihadapan orang-orang penting mengehentikan setiap presentasi dan penjelasan yang ia ucapkan. Handphone nya berdering.
Taehyung menunda sebentar untuk mengangkat telpon nya. Taehyung mengambil handphone nya dan menjauh dari beberapa orang yang menatapnya.
"Yerin? Ada apa?" Fikir Taehyung.
Taehyung segera menekan tombol hijau untuk menjawab. "Hallo, sayang?"
"Papa."
Taehyung kaget mendengar siapa yang berbicara. "Oh, hai, nak. Ada apa?" Tanya Taehyung lembut.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend
FanfictionTakdir. Aku mungkin sangat percaya itu semuanya. Sampai saat ini aku bahkan merasa sangat bahagia atas takdir yang kini telah mempertemukan ku pada pria Yang tak aku kenal sebelumnya. Mungkin terlalu aneh, jika pria itu Mencintai ku Dengan begitu c...