Happy reading!!!
Diruangan bernuansa putih,saat ini Taehyung tengah merasakan kekhawatiran yang begitu besar, sendari tadi ia tak bisa duduk berdiam saja,pikirannya kacau semuanya kacau. Taehyung mondar mandir tak jelas, sesekali mulutnya berkomat Kamit berdoa yang terbaik untuk sang kekasih yang sedang ditangani didalam.
"Duduk lah,pak. Kau tidak cape apa mondar mandir terus aku sangat pusing melihat"keluh Joy.
Taehyung menatap dengan nada sendu, dia menggeleng dan kemudian kembali pada kegiatan yang tadi.
"Joy, kau sudah hubungi orang tua Yerin?"tanya seseorang yang duduk disamping Joy.
"Sudah,pak jun"balas Joy.
Taehyung menatap nanar pintu ruang inap yang ada Yerin didalamnya. Dalam benak Taehyung hanya Yerin saat ini.
"Maafin aku,bee. Aku nyesel giniin kamu, kalo kamu terluka karena aku,aku sangat membenci diriku sendiri yang gagal menjaga kamu,maaf"lirih Taehyung pelan.
Taehyung meremas jarinya,air matanya sudah mulai menumpuk di kelopak matanya, Taehyung mengigit bibir nya.
Ceklek.
Taehyung menoleh kearah sumber suara pintu terbuka, menampakkan sesosok pria yang sebaya dengan nya yang dibalut seragam putih.
"Dok, bagaimana keaadan Yerin?"tanya Taehyung cepat.
"Apa anda keluarga dari pasien?"tanya dokter itu yang tak menghiraukan pertanyaan Taehyung
"Keluarga pasien sedang menuju kemari,saya kekasihnya"jawab Taehyung.
"Keadaan Yerin cukup buruk, hidungnya banyak sekali mengeluarkan darah karena tulang hidung nya sedikit terluka parah, dan kaki yerin......" Sang dokter menjeda kalimat nya dan menatap semua yg ada dihadapannya.
"Patah"
Taehyung membeku, kakinya seakan lemas dan tak bisa untuk berdiri.
"Pak Taehyung"pekik pak Jun yang menahan Taehyung untuk tidak jatuh kebawah.
"Apa Yerin bisa berjalan?"tanya Joy
"Kemungkinan hanya 10% tergantung kakinya kuat apa tidak untuk berjalan,jika ia merasakan sakit seperti Yerin harus Melakukan Terapy untuk melenturkan otot-otot saraf yang kaku"jelas sang dokter.
Joy menggangguk, kemudian dia bilang terima kasih pada dokter tersebut. Dokter itupun pergi meninggalkan mereka karena masih ada urusan yang harus diurusnya.
"Pak, pak Taehyung gpp?"tanya Joy.
Taehyung memegang tembok untuk menahan dirinya. "Saya mau masuk kedalam"
"Mari saya bantu"Jun menuntun Taehyung masuk kedalam.
Pintu terbuka, Taehyung bisa lihat keadaan kekasih yang begitu tidak baik, selang infus kembali lagi bersama diri Yerin.
Perban yang berada di hidung, kaki dan kening nya sungguh membuat Yerin terlihat sangat tidak berdaya.
Taehyung mendekat kearah Yerin dan menatap lirih gadis nya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend
FanfictionTakdir. Aku mungkin sangat percaya itu semuanya. Sampai saat ini aku bahkan merasa sangat bahagia atas takdir yang kini telah mempertemukan ku pada pria Yang tak aku kenal sebelumnya. Mungkin terlalu aneh, jika pria itu Mencintai ku Dengan begitu c...