Happy reading!!!
Semua keaadan kembali Sempurna, tidak ada masalah apapun yang didapat oleh mereka semua.
Mereka menjalan aktivitas belajar mengajar dengan tenang dan santai, tanpa satu pun masalah.
Saat ini. Yerin, nayeon mereka berdua telah menyelesaikan pelajaran nya dan harus segera kembali ke rumah mereka masing-masing.
"Yuk," ajak Yerin.
Nayeon berjalan bersama dengan gadis yang disampingnya.
"Rin, nayeon ke toilet dulu, ya?" Sahut nya.
"Yerin ke mobil aja dulu, nih kunci nya"
Yerin mengangguk mengerti. Kemudian ia berjalan beda arah dengan nayeon.
"Hei, cantik"
Yerin berhenti. Menatap eunwoo. "Kak eunwoo?"
"Yuk. Pulang barang" ajak eunwoo.
"Maaf, kak. Aku ga bisa. Kunci mobil nayeon ada di aku"
Eunwoo menghela nafasnya lagi. Kenapa sih mau ngajak dia bareng aja susah banget. Kaya ngajak tuan putri kerjaan. Banyak bodyguard nya. Yang satu begitu, yang satu begini.
"Ya udah" eunwoo pasrah menelan kekecewaan nya kali ini lagi.
"Maaf, ya, kak"
"No problem."
.
"Aduh, kebelet" pekik nayeon. Nayeon langsung menendang pintu toilet dengan kencang. Untung sepi coba kalo engga.
Nayeon masuk bilik kamar. Setelah ia selesai. Ia membasuh wajahnya di wastafel.
Wajah yang basah terbalut air ia perlihatkan seluruh wajahnya di pantulan kaca besar kamar mandi.
"Jisoo."
Nayeon berbalik menatap sekeliling nya. Menatap seluruh penjuru.
"Kenapa ada suara?" Batin nya.
Nayeon mengedik ngeri, "angker"
Nayeon langsung mengambil tissu dan mengering kan wajah nya yang basah.
Tapi, tunggu.
Ternyata suara tadi bukan dari alam lain, melainkan murni suara dari manusia.
Hampir buruk sangka nayeon mengira nya. Nayeon mengendap, menonjolkan kepalanya dibalik pintu.
Sebelah toilet terdapat kawasan yang menyambung ke gedung sebelah. Gedung-gedung laboratorium, administrasi dan perpustakaan semua nya digedung sebelah.
Nayeon melirik tiga seseorang. Yang diantaranya 1 Lelaki. Ketiga nya membelakangi kawasan.
Nayeon mendekat, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Entah, kenapa perasaan nya sangat ingin tahu dari mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend
FanfictionTakdir. Aku mungkin sangat percaya itu semuanya. Sampai saat ini aku bahkan merasa sangat bahagia atas takdir yang kini telah mempertemukan ku pada pria Yang tak aku kenal sebelumnya. Mungkin terlalu aneh, jika pria itu Mencintai ku Dengan begitu c...
