Happy reading!!!
"Mah"
"Taehyung hari ini berangkat. Yerin marah,mah. Yerin udah benci sama Taehyung. Bahkan seperti nya Yerin udah tidak mau bertemu Taehyung,mah. Taehyung tau, Taehyung salah ga mau bicara sama Yerin,tapi keaadan ga bisa membicarakan itu semua. Mama pasti tahu gimana berada di posisi Taehyung. Taehyung ingin jujur,tapi Taehyung takut tidak terima semuanya"ocehan demi ocehan Taehyung keluarkan dihadapan sang mama yang saat ini masih tetap sama,diam.
Keaadan Taehyung saat ini benar-benar kacau, mata yang sembab dan bengkak. Setelah kejadian kemarin, Taehyung sama sekali menangis seharian di kontrakan nya.
Sebelum keberangkatan nya sore hari nanti, Taehyung mengunjungi mamanya.
"Mah"Taehyung memeluk sang mama dengan menangis.
"Taehyung hancur sekali, Taehyung g bisa kuliah klo gini"lirih nya
"Taehyung bodoh, dari awal ga pernah bilang"
Tiba-tiba tangan sang mama Bergerak memegang kepala Taehyung. "Nak. Pergilah, dan pulang setelah kamu benar-benar sudah selesai"
Taehyung terdiam sebentar,lalu menatap sang mama yang sedang tersenyum tipis, "mah"
Taehyung Tersenyum haru dan lantas memeluk sang mama. "Mah, mamah bicara?"
Mama Taehyung tetap tersenyum.
"MAH"
----
Masalah yang dihadapi bukan penghalang untuk tidak menempuh perjalanan sekolah. Hari yang cerah di hari Jumat ini Begitu berkah.
Dengan keaadan yang kurang fit dan mood yang buruk, Yerin memaksa kan untuk masuk sekolah dengan menggunakan angkutan umum.
Tiba nya disekolah,Yerin kembali disambut dengan tatapan mematikan dari siswa yang lainnya, berita mengenai pertengkaran kemarin sudah menyebar bahkan sampai guru-guru yang lainnya.
"Kalo emang cowonya mau kuliah tuh dilepas aja ga usah pake ngambek-ngambek segala. Lebay amat kaya nya"
"Mereka putus ya, baguslah. Taehyung lepas dari wanita alay itu"
"Pertengkaran mereka berdua rasanya buat gue seneng bgt"
Pgen nangis, pengen marah, tapi ga bisa. Yerin memejamkan matanya. Ia menaiki tangga untuk menuju kelasnya. Yerin meneteskan air mata nya kala melihat ruangan perpustakaan gelap gulita.
"Maaf! Hati aku sangat sakit! Selamat tinggal semoga kamu sukses disana"doa yerin.
Yerin menghapus air matanya, ia melirik kearah leher jenjang nya yang masih dilingkari kalung yang diberi Taehyung. Peninggalan Taehyung yang satu-satunya, cincin dan gelang sudah ia lempar saat pertengkaran kemarin.
"Terimakasih untuk semuanya"
Yerin langsung melangkah memasuki ruangan nya.
"Rin!"
Yerin yang sedang jalan menunduk, mendongkak, "kenapa,naey?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend
FanfictionTakdir. Aku mungkin sangat percaya itu semuanya. Sampai saat ini aku bahkan merasa sangat bahagia atas takdir yang kini telah mempertemukan ku pada pria Yang tak aku kenal sebelumnya. Mungkin terlalu aneh, jika pria itu Mencintai ku Dengan begitu c...
